Wartalive.co.id – Sebuah drama laporan palsu terungkap di Pandan, Tapanuli Tengah. Pria lansia berinisial AS (66) yang sebelumnya dikabarkan menjadi korban pembegalan sadis, ternyata melukai dirinya sendiri dalam upaya percobaan bunuh diri.
Kapolsek Pandan, Iptu Zul Efendi, mengonfirmasi bahwa setelah dilakukan penyelidikan mendalam, luka sayatan pada leher dan lengan korban bukan berasal dari tindak kriminalitas orang lain, melainkan murni tindakan sengaja dari korban yang sedang mengalami depresi berat
Peristiwa ini bermula pada Sabtu malam (25/4/2026). Korban awalnya dilarikan ke UGD RSUD Pandan dengan klaim telah diserang oleh begal. Namun, pihak kepolisian menemukan banyak kejanggalan dalam keterangan korban
”Awalnya ia mengaku dibekap dan disayat begal. Namun, pola luka pada tubuh korban dan keterangan yang berubah-ubah membuat petugas curiga,” ungkap Iptu Zul Efendi
Penyisiran fakta oleh tim Polsek Pandan mengungkap sisi kelam di balik aksi nekat tersebut. Berdasarkan keterangan adik korban, Rosnidar, serta saksi David Chaniago (seorang pemilik warung), AS diketahui sedang mengalami tekanan batin yang hebat
Baca Juga : BWI Sumut Tegaskan Penggantian Nazir yang Meninggal Kewenangan Badan Kenazhiran
AS diduga merasa diusir dari rumahnya di Kecamatan Sorkam oleh anak dan menantunya sendiri. Selama empat hari sebelum kejadian, korban terpaksa menumpang tidur di sebuah warung di Kelurahan Lubuk Tukko dan bahkan sempat berencana mencari perlindungan ke panti jompo melalui Dinas Sosial
Setelah diberikan pendekatan persuasif oleh petugas, AS akhirnya mengakui bahwa ia menyayat leher dan tangannya sendiri menggunakan pisau cutter di sebuah rumah kosong di kawasan Jalan Zainul Basri Hutagalung. Polisi pun berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah pisau cutter berlumuran darah di lokasi kejadian
Saat ini, AS masih menjalani perawatan medis intensif di RSUD Pandan. Pihak Kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak keluarga agar korban mendapatkan pendampingan psikologis guna memulihkan kondisi mentalnya
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu begal yang sempat meresahkan di lokasi tersebut. “Kasus ini murni percobaan bunuh diri akibat depresi,” tutup Kapolsek.(AG)

