Tuesday, October 13, 2026

Desa Terisolir Akibat Banjir dan Longsor Mulai Terang, PLN Percepat Pemulihan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Setelah tiga minggu berada dalam kegelapan akibat bencana alam, sejumlah desa di Kecamatan Marancar dan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), akhirnya mulai kembali menikmati aliran listrik.

Pemulihan ini merupakan hasil kerja keras tim PLN yang berjibaku di tengah medan berat dan cuaca ekstrem serta akses yang terputis akibat bencsna alam banjir dan longsor yang merusak jaringan distribusi, termasuk tiang tumbang dan kabel putus di beberapa titik.

- Advertisement -

Akses menuju lokasi terdampak pun sempat terputus, sehingga menyulitkan mobilisasi personel dan material perbaikan jaringan listrik

Baca Juga : Sidak LPG Bersubsidi, Usaha Kuliner dan Laundry Jadi Sasaran

Meski menghadapi berbagai kendala, PLN terus mengerahkan petugas teknik dari berbagai unit untuk mempercepat pemulihan. Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah yang memungkinkan untuk segera dialiri listrik.

” Kini seluruh desa di Kecamatan Marancar dan Kecamatan Sipirok telah kembali teraliri listrik, sementara beberapa wilayah lainnya masih dalam proses perbaikan lanjutan, ” ujar Manager PLN UP3 Padangsidimpuan Irham Sofwan, melalui Assisten Manager Jaringan & Konstruksi Dody Abdi Pulungan, didampingi Manager PLN ULP Padangsidimpuan Kota, Deri Vulko, Rabu (17/12/2025)

Ia menyebutkan selama proses pemulihan jaringan listrik yang memakan waktu sampai 3 minggu, petugas PLN bekerja siang dan malam agar secepatnya listrik dapat kembali menyala.

” Tantangan di lapangan cukup besar, namun keselamatan dan pemulihan layanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama, ” katanya

PLN juga memastikan upaya pemulihan akan terus dilakukan hingga seluruh pelanggan terdampak kembali menikmati pasokan listrik secara normal.

” Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya kelistrikan di lingkungan sekitar pasca bencana, ” terangnya

Sementara warga desa merasa bersyukur listrik akhirnya menyala kembali, karena hampir tiga minggu warga hidup dalam gelap, aktivitas sangat terbatas, terutama pada malam hari

” Selama listrik padam, anak-anak kesulitan belajar dan usaha kecil kami ikut terdampak. Sekarang listrik sudah menyala, kami merasa lega, ” kata warga

Mereka melihat petugas PLN bekerja siang dan malam, bahkan di medan yang sulit dan walaupun lama, warga memahami kondisi di lapangan cukup berat.

” Yang penting sekarang listrik sudah kembali dan kehidupan mulai normal. Kami mengapresiasi perjuangan mereka untuk mengembalikan listrik, ” ungkap tokoh masyarakat setempat.

Sebelumnya, tujuh desa di Kecamatan Marancar dan Sipirok sempat alami kegelapan berkepanjangan usai ketujuh desa tersebut di terjang banjir dan longsor pada akhir bulan lalu.

Lihat Juga : Perkuat Pemulihan Warga Terdampak Bencana, Kementerian ESDM Bersama Pemkab Tapsel dan PTAR Salurkan Bantuan

Pemadaman berkepanjangan ini terjadi setelah tiang-tiang listrik tumbang dan sejumlah kabel putus akibat banjir serta longsor yang menghantam kawasan tersebut pekan lalu.

Kerusakan infrastruktur listrik dan akses yang terputus membuat pasokan energi ke wilayah Marancar dan srbahagian wilayah Sipirok sepenuhnya terputus.

Adapun tujuh desa tersebut  yakni Desa Simaninggir, Desa Marancar Julu, Desa Sugi, Desa Aek Sabaon, Desa Hau Natas, Desa Tanjung Dolok, Desa Aek Nabara Kecamatan Marancar danDesa Bulu Mario tepatnya di Dusun Bath Satahil Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapsel. (Wan)

Warta Terbaru

Ketua TP Posyandu Labusel Sosialisasikan 6 SPM di SMP Negeri 1 Langga Payung, Cegah stanting dari Hulu

Warlalive.co.id, LABUHANBATU SELATAN -- Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Ny. Indah Fery Simatupang, menyosialisasikan enam Standar...

Artikel Menarik Lainnya