Tuesday, October 13, 2026

Disdik Asahan Siapkan Sarana Perintis Sementara untuk Sekolah Rakyat

Baca Juga

Asahan – Sekolah Rakyat (SR) sebagai inisiatif pemerintah Indonesia untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi anak dari keluarga miskin akan terwujud di Asahan pada tahun 2026 dan segera membuka penerimaan siswa baru untuk Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD-SMP).

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Asahan, Musa Al Bakri, S.Pd., M.Pd. kepada wartawan, Rabu (21/01/2026) di kantornya Jalan A. Yani Kisaran.

- Advertisement -

Dia mengatakan saat ini Pemkab Asahan telah mempersiapkan sarana perintis sementara untuk sekolah rakyat yang sudah dipersiapkan memakai ruang dan fasilitas Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Dinas Pendidikan.

“Sekolah rakyat ini kan konsepnya berasrama. Jadi petunjuk dari pusat memang rencananya tahun ini akan mulai penerimaan siswa baru untuk SD-SMP. Kalau programnya ini dari Kementerian Sosial dan petunjuknya harus ada dulu sarana perintis sekolahnya. Dan, yang paling memungkinkan itu memakai fasilitas gedung di Dinas Pendidikan, di sini sudah ada ruang kelas dan fasilitas kamar inap,” kata Musa Al Bakri.

Baca Juga: Isra Mikraj 1447 H, Polres Padangsidimpuan Gelar Pembinaan Rohani Islam

Untuk mengejar penerimaan siswa baru pada bulan Juli nanti, saat ini Pemkab Asahan melalui Dinas Pendidikan tengah mempersiapkan dan melakukan renovasi terhadap kamar-kamar inap yang ada di lingkungan kantor Dinas Pendidikan Asahan agar nanti tempat tersebut dapat dipergunakan secara layak sebagai asrama Sekolah Rakyat.

“Jadi di sini sebagai perintis dulu. Menunggu persiapan pembangunan gedung yang di Kelurahan Mutiara ada dua hektar itu dari Kementerian. Kita juga lagi menunggu seperti apa teknisnya nanti,” kata Musa.

Dikatakan Musa, Sekolah Rakyat jadi program pendidikan gratis berbasis asrama dari pemerintah di bawah Kementerian Sosial untuk anak-anak miskin dan miskin ekstrem, resmi diluncurkan Presiden Prabowo pada Januari 2026 untuk memutus rantai kemiskinan dengan menyediakan pendidikan formal (SD, SMP, SMA), fasilitas lengkap, gizi, dan pembentukan karakter, dengan target menambah 100 sekolah dan 45.000 siswa baru di 2026.

Lihat Juga: TP PKK Tapsel Sosialisasikan IVA Test di Muara Batangtoru

“Tentu harapannya, dengan adanya sekolah rakyat ini tidak ada lagi anak usia sekolah yang tak mendapat pendidikan wajib dengan alasan kemiskinan karena mereka yang di Sekolah Rakyat ini nanti dapat fasilitas lengkap. Ini sesuai dengan harapan dan visi misi Pemkab Asahan di bidang Pendidikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, kualitas pendidikan penduduk Kabupaten Asahan masih menjadi perhatian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan melalui publikasi Indikator Kesejahteraan Rakyat yang dirilis pada 24 Desember 2025, menunjukkan rata-rata anak-anak di sana hanya lulus SMP.

Pada tahun 2025, angka rata-rata lama sekolah tercatat 9,06 tahun. Artinya, secara umum penduduk Asahan baru mampu menempuh pendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 3,” demikian isi publikasi BPS.

Baca Juga :Brimob dan TNI Bangun Huntara Pascabencana di Sipirok

Rendahnya rata-rata lama sekolah di Kabupaten Asahan mengindikasikan masih tingginya angka putus sekolah serta keterbatasan akses pendidikan, baik akibat faktor sarana maupun kondisi ekonomi masyarakat. (Yanto).

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya