Tuesday, October 13, 2026

Driver Ojol Medan Keluhkan Ketidakjujuran Toko Soal Dimensi Barang

Baca Juga

Wartalive.co.id – Para pengemudi ojek online (ojol) di Kota Medan mulai menyuarakan keresahan mereka terkait maraknya ketidaksesuaian data berat dan dimensi barang kiriman pada aplikasi (12/5). Fenomena ini dinilai sangat merugikan para driver, karena beban kerja yang mereka pikul jauh lebih berat daripada upah yang diterima berdasarkan hitungan sistem.

Persoalan ini mencuat lantaran banyaknya oknum pemilik toko atau pengirim yang diduga sengaja memanipulasi data barang agar mendapatkan tarif ongkos kirim yang lebih murah. Akibatnya, driver yang menggunakan sepeda motor seringkali dipaksa membawa muatan yang melebihi kapasitas aman berkendara, yang juga mengancam keselamatan mereka di jalan raya.

- Advertisement -

Rohim, salah satu driver ojol spesialis antar barang di Medan, mengungkapkan kekesalannya terhadap ketidakkonsistenan dimensi barang yang tertera di aplikasi dengan kenyataan di lapangan. Ia menyebutkan bahwa toko bangunan menjadi salah satu sektor yang paling sering melakukan praktik tidak jujur tersebut sehingga menyulitkan driver saat proses pengangkutan.

“Banyak lah toko yang masukkan berat dan ukurannya itu tidak sesuai dengan aslinya. Di aplikasi cuma 40 cm, pas sampai tokonya kok panjang kali. Sering kejadian di toko-toko bangunan,” ujar Rohim.

Baca Juga : Danrem 023/KS Launching Dapur MBG di Padangsidimpuan, Eksekutif dan Legislatif Sambut Positif

Senada dengan Rohim, Ridho yang juga merupakan sejawat driver ojol, membeberkan bahwa praktik manipulasi ini tidak hanya terjadi pada dimensi panjang, tetapi juga pada berat beban. Ia mencontohkan industri petshop atau toko perlengkapan hewan sebagai salah satu pihak yang paling sering dikeluhkan oleh rekan-rekan seprofesinya.

“Yang sering masukkan berat dan ukuran tidak sesuai itu di toko-toko. Ada banyak, contohnya petshop, mereka jual pasir kucing di aplikasi beratnya 10 kg, pas sampai petshop-nya 20 kg. Sengaja dibuatnya 10 kg supaya ongkirnya murah, tapi driver yang rugi kalau begitu. Banyak lagi lah toko-toko yang tidak jujur begitu supaya dapat ongkir murah, yang sering itu petshop, toko bangunan, toko perabotan, dan toko sembako. Tapi yang paling sering itu petshop,” jelas Ridho.

Lebih lanjut, Ridho menjelaskan bahwa selisih berat yang mencapai dua kali lipat tersebut sangat berdampak pada konsumsi bahan bakar dan keausan komponen motor. Selain itu, risiko sanksi dari pihak aplikator juga membayangi jika driver menolak pesanan yang sudah diambil, meski alasannya adalah barang yang tidak sesuai spesifikasi.

Baca Juga : Jaga Kebugaran Pegawai, BRI Padangsidimpuan Laksanakan Medical Checkup

Para driver berharap pihak aplikator dapat memberikan tindakan tegas atau fitur verifikasi yang lebih ketat bagi mitra toko yang terbukti memanipulasi data barang. Mereka menginginkan adanya keadilan dalam sistem tarif agar risiko yang mereka ambil di jalan sebanding dengan pendapatan yang dibawa pulang ke rumah.(Febrian)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya