Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) mulai menyusun arah pembangunan tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Camat SD Hole, Rabu (11/02), itu menitikberatkan pada sinkronisasi program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat serta langkah mitigasi dampak bencana.
Mewakili Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga membuka langsung forum tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa daerah tengah menghadapi tantangan serius akibat faktor alam yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Sektor pertanian menjadi perhatian utama. Berdasarkan data Dinas Pertanian, sekitar 4.000 hektare sawah milik warga terendam banjir. Kondisi ini menyebabkan gagal tanam dan berpotensi menurunkan produksi padi secara signifikan.
Baca Juga : Dukung Program MBG, Kapolda Sumut Raih Satyalancana Wira Karya dari Presiden
“Kita harus menghitung potensi kerugian pangan ini secara cermat. Selain menyiapkan hunian bagi warga terdampak, keberlangsungan hidup mereka ke depan menjadi tanggung jawab kita bersama melalui kebijakan yang tepat,” ujar Jafar.
Di samping upaya pemulihan fisik, Pemkab Tapsel juga menyatakan dukungan terhadap program kerja Presiden RI Prabowo Subianto. Salah satu implementasinya adalah penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih.
Di wilayah Sidap-dap Simanosor, telah dimulai inisiasi Griya Sembako Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi masyarakat di Kecamatan SD Hole, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi warga pascabencana.
Lihat Juga : Gubernur Bobby Nasution Temui Langsung Warga Korban Banjir di Tapteng
Senada dengan pihak eksekutif, Anggota DPRD Tapsel Muhammad Rawi Ritonga mengingatkan agar setiap usulan pembangunan dari tingkat desa mempertimbangkan aspek risiko bencana, sehingga perencanaan ke depan lebih adaptif dan berkelanjutan.
Musrenbang tersebut ditutup dengan harapan agar seluruh elemen, mulai dari perangkat desa hingga organisasi perangkat daerah (OPD), dapat bersinergi mengawal agenda pembangunan. Fokus pada mitigasi risiko dan pemulihan ekonomi diyakini menjadi kunci bagi Tapanuli Selatan untuk tetap tangguh di tengah situasi yang penuh tantangan. (AG)

