Tuesday, October 13, 2026

Gerakan 1.000 Kolam Tapsel Masuk Top 5 Inovasi Pangan Nasional I-SIM 2025

Baca Juga

Wartalive.co.id – Penjurian Top 5 Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2025 resmi dilaksanakan di Gedung Graha Surveyor Indonesia Jakarta, Senin (17/11/2025).

Ajang penilaian tingkat nasional yang menyoroti pembangunan berkelanjutan kategori Kabupaten/Kota ini mengusung tema “Inovasi Pangan dan Gizi yakni,Peningkatan Kualitas SDM, Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Penurunan Kemiskinan.

- Advertisement -

Kegiatan ini digelar oleh PT Surveyor Indonesia bekerja sama dengan APKASI, APEKSI dan KPPOD, yang berada di bawah supervisi Kementerian PPN/Bappenas.

Baca Juga : Operasi Zebra Toba 2025 Dimulai, Penegakan Humanis Dikedepankan

Penjurian Top 5 I-SIM 2025 melibatkan tujuh panelis yang merupakan pakar dan pemimpin institusi strategis nasional, yaitu, Prof. Dr. Zuzy Anna, M.Si, Director SDGs Center UNPAD, Pungkas Bajuri Ali, Kepala Sekretariat Nasional SDGs, Kementerian PPN/Bappenas, Aprilia Ika, Redaktur Kompas.com.

Kemudian, Rully Marinto, Vice President DBS Sustainability and Environment, PT Surveyor Indonesia, Nita Sosiawati, ST., MT, Analis Kebijakan Ahli Madya Urusan Pengendalian Penataan Ruang dan Fasilitasi KLHS, Kemendag dan Adriadi Dimastanto, Ketua Umum Indonesian Association of Urban and Regional Planners/IAP.

Melalui forum ini, pemerintah daerah didorong untuk memperkuat peran strategis dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.

Hingga babak penjurian akhir, ada Lima Kabupaten yang berhasil melaju ke tahap penjurian Top 5 I-SIM 2025 yakni, adalah Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang Kabupaten Temanggung. Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Tapsel.

Kelima daerah tersebut memaparkan inovasi unggulan masing-masing di hadapan panelis nasional, dimana, KabupatenTapsel Soroti Kearifan Lokal Lewat “Gerakan 1.000 Kolam”, sebuah inovasi yang berakar pada tradisi lubuk larangan dan dikembangkan sebagai model ketahanan pangan modern.

Program ini mengusung tagline:
“Melestarikan tradisi, memperkuat ketahanan pangan, menumbuhkan kesejahteraan rakyat, “Dari lubuk ke kolam dari tradisi ke inovasi”.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu memaparkan secara langsung bagaimana gerakan ini mendorong peningkatan gizi masyarakat, penguatan ekonomi rakyat dan pelibatan aktif komunitas lokal.

Ia memaparjan, “Gerakan 1.000 Kolam” adalah upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, kelompok masyarakat dan komunitas adat.

Konsepnya sederhana tetapi berdampak luas yakni, mengubah kearifan lokal lubuk larangan menjadi model budidaya ikan kolam yang berkelanjutan, memanfaatkan lahan pekarangan, lahan tidur dan sumber air kecil, mengedepankan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan, memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka potensi ekonomi lokal

Besar harapan kami, gerakan ini dapat menjadi model nasional bahwa inovasi tidak selalu harus mahal, ia bisa lahir dari nilai budaya, gotong royong dan inisiatif masyarakat.

Lihat Juga : Bupati Asahan Ditetapkan sebagai Pendekar Madya pada Milad ke-113 Muhammadiyah

” Gerakan 1.000 Kolam adalah bukti bahwa ketika tradisi dipadukan dengan inovasi, maka lahirlah solusi berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat, ” ujarnya

Usai paparan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh panelis disaksikan seluruh peserta yang hadir dengan memberikan aplaus kepada Bupati Tapsel. (Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya