Sunday, October 11, 2026

Gubernur Sumut Resmikan TPST, Jadikan Sampah Bernilai Ekonomis

Baca Juga

Wartalive.co.id – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution,  secara resmi meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Sumatera Utara (USU). Menurut beliau, inisiatif ini memiliki potensi untuk mengatasi permasalahan sampah di Sumatera Utara.

TPST USU menawarkan metode pengolahan sampah yang terstruktur dan bahkan mengubah sampah menjadi produk bernilai ekonomis. Menurut Bobby Nasution, konsep ini dapat terus ditingkatkan untuk mengatasi masalah sampah tidak hanya pada tingkat mikro.

- Advertisement -

“Ini tidak seperti TPA (Tempat Pembuangan Akhir) yang menangani sampah secara makro, kita bergerak dari skala mikro dan saya rasa untuk masalah sampah tepat menggunakan skema ini, apalagi TPST ini punya nilai ekonomis,” kata Bobby Nasution, usai meluncurkan dan melihat langsung pengoperasian TPST di Jalan Tri Darma, Pintu 4 Kampus USU, Medan, Selasa (6/5/2025).

Baca Juga : 1.600 Nelayan di Langkat Terima Asuransi dari Pemprovsu

Fakultas Teknik USU menggunakan enam area sistematis di TPST. Area pertama adalah pemilihan dan pencacahan, diikuti oleh pirolisis dan insinerator, pengomposan, budidaya magot, produksi pelet magot, serta peternakan ikan dan unggas dari pelet magot.

Semua area tersebut saling terkait. Proses pirolisis dan insinerator dapat menghasilkan bahan bakar, sementara pengomposan dilakukan pada magot. Selanjutnya, magot diolah menjadi pelet untuk pakan ternak.

“Ini bisa diaplikasikan di masyarakat, tetapi hal yang sangat penting adalah dalam pemilihan sampah di rumah tangga, kalau kita minta rumah tangga memilah sampah berarti kita harus bangun infrasturktur dan sarana penunjangnya juga, menyiapkan pengangkutan khusus, dan lain-lain, tentu ini butuh upaya kita bersama,” kata Bobby Nasution.

TPST USU masih aktif saat ini dan berfokus pada pengelolaan sampah di sekitar kampus USU. Rektor USU, Muryanto Amin, mendorong agar lebih banyak pihak dapat mencontoh implementasi TPST ini guna mengatasi permasalahan sampah di lingkungan masing-masing.

Lihat Juga : Resmi Jabat Danyon C Pelopor, Kompol Zainal Tegaskan Komitmen Jaga Keamanan Tabagsel

“Ini bisa diterapkan di desa, kelurahan, karena memang skalanya tidak besar, tetapi bila banyak yang menerapkan tentu permasalahan sampah di sekitar kita akan berkurang, apalagi produk dari TPST memiliki nilai ekonomis terutama pelet magot,” kata Muryanto Amin.

Saat acara peluncuran TPST ini, turut hadir Sultan Deli Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam Shah, yang juga merupakan salah satu pengembang TPTS USU, serta Kepala Dinas LHK Sumut Yuliani Siregar beserta OPD terkait lainnya. Acara tersebut juga dihadiri oleh pimpinan BUMN dan BUMD Sumut, dekan, dan tim pengembang TPST USU.(Islino)

Warta Terbaru

Polres Padangsidimpuan Rangkul Pengelola THM Untuk Ciptakan Kota yang Kondusif

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Dalam upaya menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), Polres Padangsidimpuan bersama sejumlah instansi terkait menggelar Kegiatan...

Artikel Menarik Lainnya