Monday, October 12, 2026

Gubernur Sumut Terapkan Pendidikan Gratis di Wilayah Terdampak Bencana

Baca Juga

Wartalive.co.id – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengumumkan kebijakan pembebasan biaya pendidikan bagi peserta didik di wilayah terdampak bencana alam. Kebijakan tersebut akan mulai diberlakukan pada tahun 2026 yang mencakup jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan program ini diterapkan di 10 kabupaten/kota, terdiri atas lima daerah di Kepulauan Nias dan lima daerah lain yang terdampak bencana alam. Langkah ini diambil sebagai upaya meringankan beban masyarakat sekaligus menjamin keberlanjutan pendidikan bagi generasi muda.

- Advertisement -

“Insyaallah tahun depan akan kita terapkan di 10 kabupaten/kota, lima di wilayah Kepulauan Nias dan lima di daerah terdampak bencana. Untuk SMA, SMK, dan SLB negeri akan kita gratiskan,” ujar Bobby Nasution.

Baca Juga : Bantuan Logistik Kementan–Bapanas Tahap III Tiba di Belawan

Adapun lima daerah tambahan yang ditetapkan sebagai penerima kebijakan pendidikan gratis tersebut meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Kabupaten Langkat.

Kebijakan ini lahir sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang disampaikan langsung kepada gubernur saat kunjungan ke sejumlah wilayah terdampak bencana. Dalam kesempatan tersebut, warga mengeluhkan kondisi infrastruktur yang rusak serta dampak ekonomi akibat bencana, khususnya tanah longsor, yang menghambat aktivitas sehari-hari.

Menanggapi hal tersebut, Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur, tetapi juga berkomitmen menjamin akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana.

Lihat Juga : UMK Padangsidimpuan Tahun 2026 Naik 7,84 Persen

Dalam kunjungan tersebut, Bobby Nasution juga menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak setempat. Ia berbincang secara langsung serta membagikan bingkisan sebagai bentuk dukungan moral kepada mereka yang tengah menghadapi situasi sulit pasca-bencana.

Program pembebasan biaya pendidikan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi orang tua serta memastikan anak-anak di Sumatera Utara tetap memperoleh hak pendidikan secara optimal tanpa terkendala biaya (Asrif)

Sumber : Media Sosial OfficialiNews

Warta Terbaru

Golkar Padangsidimpuan Perkuat Organisasi Hadapi Agenda Politik

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUA - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Padangsidimpuan terus memperkuat kesiapan organisasi dan sumber daya kader...

Artikel Menarik Lainnya