Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam tiga gerakan besar, yakni perang melawan narkoba, perang melawan rentenir dan perang melawan kemiskinan.
Seruan tersebut disampaikan Gus Irawan saat menghadiri Pengajian Bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Batang Angkola yang digelar di Desa Sorimadingin, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat itu diisi tausiyah oleh Al Ustadz H. Ali Nasir Lubis dan dihadiri unsur Forkopimcam Batang Angkola, Kepala Cabang Bank Sumut Sipirok, pengurus BKMT Kabupaten dan Kecamatan, TP PKK Kecamatan, Kepala KUA, para Kepala Desa dan Lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi Muslimat NU, Aisyiyah, serta ratusan jamaah dan masyarakat.
Dalam arahannya, Gus Irawan menegaskan, penyalahgunaan narkoba dan maraknya judi online menjadi ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Baca Juga : 641 CPNS Puncak Jaya Terima SK Pengangkatan Formasi 2024
Karena itu, menurutnya, pengajian dan kegiatan keagamaan harus terus diperkuat sebagai benteng moral masyarakat.
“ Saya mengajak seluruh masyarakat Tapsel, khususnya keluarga besar BKMT, untuk berada dalam satu barisan pasukan yang berjuang melawan narkoba. Pengajian seperti ini sangat penting untuk membentengi anak-anak dan generasi muda kita dari berbagai penyakit sosial, ” ujar Gus Irawan.
Selain perang terhadap narkoba, Bupati juga menyoroti persoalan rentenir dan praktik pinjaman berbunga tinggi yang dinilai masih menjadi beban berat bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, hampir 30 ribu keluarga di Tapsel terjerat pinjaman berbunga tinggi yang berdampak pada kondisi ekonomi rumah tangga.
Untuk membantu masyarakat keluar dari persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel telah menjalin kerja sama dengan Bank Sumut guna menyediakan akses pembiayaan yang lebih ringan dan terjangkau.
“ Kami ingin membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir. Melalui Bank Sumut, masyarakat bisa mendapatkan akses pembiayaan yang lebih sehat dan tidak memberatkan, ” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Irawan juga memaparkan sejumlah program pemberdayaan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menekan angka kemiskinan.
Salah satunya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berkah dengan bunga nol persen bagi masyarakat di daerah terdampak bencana.
Program tersebut, kata dia, diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif seperti pertanian, peternakan, dan perikanan agar mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Tak hanya itu, Pemkab Tapsel juga tengah mendorong pengembangan budidaya jagung melalui Gerakan 10.000 Hektare Jagung.
Program ini didukung dengan kepastian pasar melalui kerja sama dengan perusahaan pakan ternak nasional dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tapsel.
“ Tidak boleh ada lagi alasan karena tidak ada modal atau tidak ada pasar. Modal tersedia melalui Bank Sumut dengan bunga nol persen untuk usaha produktif, dan hasil jagung masyarakat juga sudah ada yang menampung, ” katanya.
Menurut Gus Irawan, pemanfaatan lahan tidur dan tanah yang belum produktif menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pasca bencana.
Di penghujung sambutannya, Bupati berharap kegiatan pengajian BKMT dapat terus berkembang dan semakin banyak melibatkan masyarakat. Selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan tersebut dinilai mampu mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjadi sarana penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat.
Lihat Juga : 641 CPNS Puncak Jaya Terima SK Pengangkatan Formasi 2024
“ Mudah-mudahan pengajian seperti ini terus berkembang, semakin banyak pesertanya, menambah wawasan keagamaan kita, memperkuat iman dan takwa, serta menjadi jalan bagi masyarakat Tapsel menuju kehidupan yang lebih sejahtera, ” pungkasnya.
Sementara Al Ustadz H. Ali Nasir Lubis dalam tausyiahnya mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat keimanan, menjaga keluarga, serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa majelis taklim tidak hanya menjadi sarana menuntut ilmu agama, tetapi juga wadah membangun karakter dan akhlak umat agar terhindar dari berbagai perbuatan yang dilarang agama.
” Keluarga adalah benteng pertama dalam menjaga generasi muda. Orang tua harus hadir memberikan pendidikan agama, mengawasi pergaulan anak-anak, dan membiasakan mereka dekat dengan masjid serta majelis ilmu agar terhindar dari pengaruh narkoba, judi online dan pergaulan yang merusak, ” ujarnya.(Wan)

