Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengajak masyarakat, khususnya kaum ibu, untuk melepaskan diri dari praktik pinjaman berbunga tinggi yang selama ini membebani perekonomian keluarga.
Sebagai alternatif, masyarakat didorong memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan skema bunga ringan bahkan nol persen yang telah disiapkan pemerintah bersama PT Bank Sumut.
Ajakan tersebut disampaikan Gus Irawan saat menghadiri Pengajian Akbar Bulanan Kecamatan yang diselenggarakan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Desa Sigumuru, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga : Rektor Perempuan Kedua UMTS, Darliana Sormin Resmi Dilantik Untuk Periode 2026–2030
Kegiatan yang berlangsung khidmat itu diisi tausiyah agama oleh Ustadz Herman Harahap dan dihadiri ratusan jamaah BKMT dari berbagai desa di Kecamatan Angkola Barat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Tapsel periode 2010 – 2015 dan 2016 – 2021 Ny. Syaufia Lina, Staf Ahli Bupati Ibnussalam, Ketua BKMT Kabupaten dan Kecamatan Angkola Barat, Kabag Kesra, Kabag Ekonomi, Camat Angkola Barat, Ketua MUI Angkola Barat, perwakilan PT Bank Sumut, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Gus Irawan menyoroti masih banyaknya masyarakat yang terjebak dalam sistem pinjaman mingguan dengan bunga tinggi. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat masyarakat sulit keluar dari beban utang karena harus terus menambah pinjaman baru untuk menutupi kewajiban sebelumnya.
” Saya ingin masyarakat Tapsel, khususnya ibu-ibu, terbebas dari jeratan rentenir. Pemerintah bersama Bank Sumut telah menyiapkan skema pembiayaan yang jauh lebih ringan dengan bunga rendah bahkan nol persen untuk usaha produktif, ” tegasnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan PT Bank Sumut tengah menjalankan program pembiayaan yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh akses modal usaha yang lebih mudah dan terjangkau.
Sebagai daerah yang terdampak bencana, Tapsel mendapat dukungan program KUR dengan bunga nol persen pada tahun pertama, tiga persen pada tahun kedua dan enam persen pada tahun ketiga. Skema ini disiapkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana.
” Program tersebut diharapkan menjadi solusi bagi warga yang selama ini bergantung pada pinjaman berbunga tinggi, ” katanya
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak masyarakat memanfaatkan peluang usaha produktif di sektor pertanian dan perikanan yang menjadi fokus pembangunan daerah.
Selain program Gerakan Seribu Kolam, Pemkab Tapsel saat ini juga mendorong Gerakan 1.000 Hektare Jagung sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi ekonomi.
Menurutnya, budidaya jagung memiliki prospek yang sangat menjanjikan karena telah tersedia kepastian pasar melalui kerja sama dengan perusahaan pakan ternak nasional.
Ia mencontohkan keberhasilan petani di kawasan Aek Sirara, Desa Sumuran, Kecamatan Batangtoru, yang mampu menghasilkan panen hingga 5,5 ton jagung per hektare meski berada di wilayah terdampak bencana.
Lihat Juga : Tiga Lomba Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80 di Padangsidimpuan
” Hasil panen jagung saat ini sangat menjanjikan. Dengan dukungan pembiayaan KUR dan adanya kepastian pembeli hasil panen, masyarakat tidak perlu lagi khawatir soal modal maupun pemasaran, ” ujarnya.
Gus Irawan juga meminta pengurus BKMT, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pihak Bank Sumut untuk aktif menyosialisasikan program pembiayaan tersebut kepada masyarakat.
Ia berharap seluruh elemen dapat berkolaborasi membantu warga keluar dari kesulitan ekonomi dan memanfaatkan berbagai peluang usaha yang tersedia.
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan, memperkuat semangat gotong royong, serta mendukung program pembangunan dan pemulihan ekonomi yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
” Semoga pengajian ini tidak hanya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun semangat kebersamaan dalam mewujudkan Tapsel yang lebih maju, mandiri dan sejahtera,” pungkasnya. (Wan)

