Saturday, October 10, 2026

Gus Irawan : Tapsel Harus Mandiri Kebutuhan Ikan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) terus mendorong peningkatan produksi perikanan guna memenuhi kebutuhan konsumsi ikan masyarakat yang mencapai sekitar 1.500 ton per tahun.

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu, mengatakan, angka tersebut menunjukkan pentingnya sektor perikanan sebagai sumber ketahanan pangan dan gizi masyarakat.

- Advertisement -

” Kebutuhan ikan kita cukup besar dan ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat produksi ikan lokal, ” ujar Gus Irawan, saat menabur bibit ikan di kolam Pokdakan Berkah Sitampa Simatoras, Kecamatan Batang Angkola, Kamis (12/6/2025).

Baca Juga : Bupati Simalungun Dorong Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih

Gus Irawan menyatakan, sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkab Tapsel tengah merealisasikan program pembuatan 1.000 kolam ikan yang tersebar di berbagai Kecamatan.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi ikan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya petani dan nelayan kecil.

“Jika kolam-kolam ini produktif, kita tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi, tapi juga berpeluang untuk ekspor ke daerah tetangga, ” tambahnya.

Menurutnya dikepemimpinannya bersama Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) saat ini fokus mewujudkan janji kampanye dengan menciptakan 1.000 kolam ikan.

Targetnya ialah, Tapsel menghasilkan ikan dengan jumlah yang melebihi kebutuhan masyarakatnya (swasembada), sehingga mampu bersaing dengan daerah lain untuk menutupi kebutuhan ikan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

” Ini selaras dengan program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto, ” katanya.

Gus Irawan menjelaskan, janji kampanye menciptakan seribu kolam itu berawal dari rasa prihatin terhadap kebutuhan masyarakat terhadap ikan, harus ditutupi daerah lain seperti dari Panti Pasaman, Provinsi Sumatera Barat,

Sementara dari data Dinas Perikanan, pada tahun 2024, konsumsi masyarakat Tapsel akan ikan mencapai15.000 ton. Sedangkan ikan yang dihasilkan dari kolam dan lubuk larangan se Tapsel hanya setengahnya saja atau 7.500 ton.

Lihat Juga : Tinjau Jalan Rusak, Wali Kota Medan Disambut Keluhan Warga: Dua Ruas Jalan Segera Diperbaiki

Maka tercetuslah ide untuk menciptakan sumber penghasil ikan, agar kebutuhan di Tapsel bisa terpenuhi dari produksi lokal. Mewujudkan 1.000 kolam, sebut Gus, bukan berarti harus mencetak kolam ikan yang baru.

” Tapsel kaya akan sumber daya alam. Seribu kolam dimaksud itu bukan hanya mencetak kolam baru. Tetapi juga dengan mengoptimalisasikan kolam-kolam yang tidak produktif dan mendorong produktifitas kearifan lokal berupa lubuk larangan, ” jelas Gus Irawan.

Selain pembangunan infrastruktur kolam ikan, pemerintah daerah juga bekerja sama dengan dinas terkait dalam memberikan pelatihan budidaya ikan air tawar serta penyediaan bibit dan pakan berkualitas kepada masyarakat.

Bupati Tapsel menjelaskan, tadinya di Dinas Perikanan sama sekali tidak ada anggaran untuk mencetak kolam baru dan mengoptimalisasi kolam yang tidak produktif, sedangkan bantuan bibit atau benih ikan, jumlahnya sangat sedikit.

Namun dengan adanya Instruksi Presiden (Inpres) No.1 tahun 2025 terkait efisiensi anggaran dan teknisnya diterbitkan Kementerian Keuangan, antara lain membolehkan recofusing anggaran, maka dilakukanlah penyesuaian pada perubahan Peraturan Bupati (Perbup) Tapsel.

” Setelah adanya perubahan Perbup Tapsel, maka kegiatan cetak kolam baru dan optimalisai kolam tak produktif serta lubuk larangan kita mulai di lapangan. Program ini akan tetap berkesinambungan sampai target Tapsel swasemada ikan tercapai, ” ungkapnya.

Mengenai program 100 hari kerja dan kaitannya dengan 1.000 kolam yang merupakan bagian janji kampanye. Bupati Tapsel menyebut program 1.000 kolam tetap berjalan, sejauh ini target 100 hari cetak dan optimalisasi 100 kolam dan lubuk larangan bisa dicapai.

Bupati juga sangat mendukung dan mengapresiasi kearifan lokal masyarakat dalam menyelenggarakan lubuk larangan. Karena selain mendukung program swasembada ikan, juga menjaga keanekaragaman hayati sungai dan kebersihan airnya.

” Dengan semangat swasembada pangan lokal, kami optimistis kebutuhan ikan sebesar 1.500 ton per tahun akan dapat dipenuhi melalui kekuatan produksi masyarakat sendiri, tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah, ” terangnya.

Kepada Camat dan Kepala Desa, Bupati berpesan agar pantau setiap kegiaan budidaya ikan dan lubuk larangan dengan melakukan monitor dan evaluasi (Monev) secara berkala.

” Pastikan semua berjalan dengan baik, lancar dan sesuai rencana, program ini harus bisa tercapai sesuai dengan target pemerintah, ” ucapnya

Wakil Ketua DPRD Tapsel, Abdul Basith Dalimunthe, mendukung penuh program Tapsel swasembada ikan yang dicanangkan Bupati Tapsel Gus Irawan dan selaras dengan program ketahanan pangan dan MBG yang jadi prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

” Dengan adanya program swasembada ikan oleh Bupati Tapsel Gus Irawan dan Wakil Bupati Jafar Syahbuddin, saya yakin masyarakat sangat mendukung dan swasembada ikan Tapsel akan tercapi maksimal, ” kata Politisi Gerindra ini

Sementara Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Tapsel, Saiful AP Nasution, melaporkan, ada tiga kegiatan penyerahan bantuan bibit ikan dan pakan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas).

Pertama di kolam air tenang (KAT) Pokdakan Berkah Desa Sitampa Simatoras Kecamatan Batang Angkola. Berupa Bibit ikan mas 3.000 ekor dan 9 zak atau 270 kilogram pakan.

Baca Juga : Tim Monev Tinjau Pelaksanaan UM-PTKIN 2025 di UINSU

Kedua di lubuk larangan Pokmaswas Anak Yatim Desa Janji Manaon Kecamatan batang Angkola. Berupa bibit ikan nila 3.750 ekor, bibit ikan gurami 3.750 ekor, bibit ikan baung 3.750 ekor dan satu plank merek.

Ketiga di lubuk larangan Pokwasmas Satahi Desa Pargumbangan Kecamatan Angkola Muaratais. Berupa bibit ikan tawes 3.600 ekor, bibit ikan jurung 1.800 ekor, bibit ikan baung 2.400 ekor dan satu unit plank merek.

Penyerahan bantuan bibit dan pakan ikan ini dihadiri Camat Batang Angkola Halimatussa’diyah, Plt. Camat Angkola Muartais Johannes AP, Danramil Batang Angkola Kapten Inf. M. Siagian dan Kapolsek Pintu Padang AKP Tri Hardjanto. (Wan)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya