wartalive.co.id – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah, Hadi Santoso berpendapat, untuk meraih kemenangan harus melakukan pengawasan proses pemilu yang berlangsung dari awal hingga akhir.
“Pengawasan menjadi salah satu kunci kemenangan dalam Pemilu 2024 yang akan kita lakukan. Karena itu, harus dikawal prosesnya dari awal hingga akhir,” tutur Hadi Santoso kepada KBA News, Rabu, 13 September 2023.
Persaingan dalam Pilpres 2024, kata dia, tidak hanya soal mencari suara sebanyak-banyaknya bagi Calon presiden (Capres) yang didukung. Namun juga melakukan pengawasan perolehan suara hingga akhir proses penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Kalau hanya mencari suara kita bisa melakukannya, tetapi untuk meraih kemenangan kita harus awasi proses pemilu yang berlangsung,” tegas Hadi Santoso.
Baca Juga : Din Syamsuddin di Berlin: Umat Beragama Harus Berperan untuk Dunia Damai
Menurut Hadi Santoso, selama dua kali Pilpres yang dimenangkan Presiden Joko Widodo terdapat peningkatan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan suara Prabowo Subianto di-nol-kan.
Angkanya, tambah dia, pada Pilpres 2014 terdapat 432 TPS yang suara Prabowo Subianto di-nol-kan. Kemudian pada Pilpres 2019 meningkat menjadi 712 TPS.
“Ada kenaikan proses kecurangan yang diplagiasi dari satu titik ke titik lain,” ucap Anggota DPRD Jateng itu.
Hadi Santoso menyebut, hampir seluruh Provinsi di Indonesia mengalami pengurangan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), namun tidak terjadi di Jawa Tengah.
“Ketika kami koordinasi (internal) di tingkat nasional, DPT semua Provinsi turun apakah karena proses rasionalisasi data kependudukan atau Covid Pagebluk 2019, kecuali Jawa Tengah. Apakah itu karena penduduk Jawa Tengah sehat sehat?,”sindir Hadi Santoso.(JK)

