wartalive.co.id – Beberapa hari terakhir, tanaman padi petani dibeberapa kecamatan di Musi Rawas diserang hama wereng.
Antara lain di Kecamatan Tugumulyo, Purwodadi dan di Kecamatan Megang Sakti.
Serangan hama wereng ini merupakan ancaman serius bagi para petani.
Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka dapat menagkibatkan gagal panen.
Hama wereng ini menyerang tanaman padi yang usia tanamnya di bawah satu bulan dan juga tanaman padi yang usia tanamnya di atas dua bulan.
Berdasarkan informasi dari petani di Kecamatan Tugumulyo, hama wereng tak hanya menyerang tanaman pado.
Bahkan tanaman jagung petani juga diserang hama wereng.
Ratmin, petani Desa M Sitiharjo Kecamatan Tugumulyo mengatakan, hama wereng ini menyerang batang padi.
Setelah itu menghisapnya hingga akhirnya padi yang sudah diserang jadi gosong.
“Wereng itu menghisap di batang padi, kalau sudah dihisap, maka padi itu akan gosong seperti terbakar,” jelasnya, Rabu (14/12/2022).
Menurutnya, hama wereng harus ditangani dengan cepat dan tepat.
Sehingga serangannya bisa dikendalikan dan tidak menyebabkan kematian pada tanaman padi.
“Harus cepat dan tepat untuk menanganinya. Kalau saya, kadang pakai racun insektisida jenis Applaud. Caranya disemprotkan ke tanaman padi,” ungkapnya.
Petani lainnya, Harto mengatakan, hama wereng juga menyerang tanaman jagung miliknya.
Samin petani padi di Keluaran O Mangun Harjo Kecamatan Purwodadi, juga mengaku hal yang sama. Bahkan, serangan hama wereng cukup ganas.
“Banyak bangat hama wereng nya. Saya sudah koordinasi dengan penyuluhan pertanian, untuk melakukan pembasmian hama wereng ini,” kata Samin.
Hasilnya kata Samin, para petani beserta penyuluh sempat melakukan pengendalian dan pembasmian hama wereng secara serentak.
“Kemarin, sudah dilakukan pembasmian bersama penyuluh, dengan disemprotkan insektisida. Tapi masih ada yang tertinggal,” ucapnya.
Juliyanto petani padi Desa Sumberejo Kecamatan Megang Sakti saat dikonfirmasi, juga mengaku ada serangan hama wereng di tanaman padinya.
“Ada juga serangan wereng, tapi tidak seberapa,” kata Juliyanto saat dikonfirmasi wartalive.co.id, via telepon.
Ditambahkan, untuk pengendaliannya, dia menggunakan racun insektisida yang dilakukan secara berkala, selagi hama tersebut masih terlihat di tanaman padinya.
“Pakai insektisida, itu racun hama pada tanaman padi. Harganya lumayan mahal, untuk kemasan 200 ml saja harganya Rp100 ribu. Sekarang obat-obatan juga mahal,” tutupnya. (Randy)

