Tuesday, October 13, 2026

Harga Bahan Pokok di Pasar Ucok Kodok Mulai Turun

Baca Juga

Wartalive.co.id – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Ucok Kodok, Kota Padangsidimpuan, mulai mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Penurunan harga ini dirasakan terutama pada komoditas sayuran, seperti cabai dan bawang, meskipun masih ada beberapa bahan pokok yang harganya belum menunjukkan penurunan, (16/12/2025)

- Advertisement -

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Ucok Kodok, Minah, menyebutkan bahwa harga cabai saat ini telah turun dari sebelumnya Rp60.000 per kilogram menjadi Rp50.000 per kilogram. Selain cabai, harga bawang dan beberapa jenis sayuran lainnya juga mengalami penurunan.

Secara umum, hampir seluruh bahan pokok di pasar tersebut mulai menurun harganya.Namun demikian, pedagang menyebutkan bahwa harga beras dan telur masih tergolong tinggi. Hal ini disebabkan oleh kendala distribusi akibat kondisi jalan yang rusak, sehingga jalur pengiriman barang harus dialihkan. Akibatnya, proses distribusi menjadi lebih lama dan biaya pengiriman meningkat.

Di sisi lain, meskipun harga bahan pokok mulai menurun, kondisi pasar saat ini masih terpantau belum terlalu ramai. Pedagang mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab menurunnya jumlah pembeli, padahal harga bahan pokok sudah mulai berangsur turun.

Seorang pembeli, Tetti, mengaku bersyukur dengan turunnya harga bahan pokok. Ia mengatakan bahwa meskipun harga saat ini masih tergolong mahal, namun kondisinya lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, untuk saat ini saya bersyukur bahan pokok sudah mulai turun, meskipun masih lumayan mahal, tapi dibandingkan kemarin jauh lebih susah,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan pembeli lainnya, Ayu. Ia mengaku mulai merasa lega dalam mengatur keuangan belanja rumah tangga karena harga sayuran yang menurun. Namun, ia berharap harga beras dan telur juga segera turun.

Menurutnya, kedua komoditas tersebut merupakan kebutuhan utama di rumah. Jika harga masih tinggi, ia mengaku akan mengurangi pembelian telur.

Sementara itu, sejumlah warga menilai sepinya aktivitas di pasar juga dipengaruhi oleh faktor cuaca. Cuaca yang tidak menentu, dengan hujan yang kerap turun secara tiba-tiba, membuat sebagian warga memilih berbelanja di warung terdekat dari rumah dibandingkan harus ke pasar.(Sry)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya