Wartalive.co.id – Harga komoditas karet rakyat di wilayah Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, hingga saat ini masih mengalami fluktuasi, (02/02/2026)
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, harga karet di Desa Tebing Tinggi berada pada kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram, dan dapat meningkat hingga Rp12.000 per kilogram apabila kualitas karet dinilai baik.
Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya jenis karet, kadar air, tingkat kebersihan, serta perlakuan pascapanen yang dilakukan oleh petani sebelum karet dijual ke penimbang.
Baca Juga : Satpol PP Padangsidimpuan Jaga Kondusivitas Jelang Ramadhan
Seorang penimbang karet menjelaskan bahwa karet yang baru disadap dan langsung dijual biasanya memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan karet yang telah didiamkan terlebih dahulu selama satu malam.
“Kalau karet langsung dijual, harganya masih di sembilan sampai sepuluh ribu rupiah per kilo. Tapi kalau karetnya didiamkan dulu semalam, biasanya bisa naik sampai dua belas ribu per kilo. Itu juga tergantung jenis karetnya, bersih atau tidak,” ujar HM.
Menurutnya, karet beku yang kering dan tidak banyak bercampur air maupun kotoran memiliki nilai jual lebih tinggi. Sebaliknya, karet yang masih basah, bercampur tanah, atau terlalu banyak air akan mengalami pemotongan harga.
Meski harga karet masih belum sepenuhnya stabil, aktivitas jual beli karet di Desa Tebing Tinggi tetap berlangsung setiap hari. Sejak pagi, para petani terlihat berdatangan membawa hasil sadapan mereka untuk ditimbang dan dijual ke pengepul setempat.
Namun demikian, sebagian petani mengaku harga tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan biaya perawatan kebun, kebutuhan hidup, serta harga kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat petani karet harus pandai-pandai mengatur waktu penjualan agar mendapatkan harga yang lebih baik.
Lihat Juga : Kasus Penganiayaan Berat di Padangsidimpuan Terungkap, Pelaku Ditahan
Beberapa petani memilih untuk menunda penjualan karet selama satu hingga dua hari agar kadar air berkurang, sehingga harga jual dapat meningkat. Langkah ini dinilai cukup membantu meski membutuhkan kesabaran dan tempat penyimpanan yang memadai.
Para petani berharap ke depan harga karet dapat lebih stabil dan cenderung meningkat, sehingga dapat memberikan kepastian pendapatan bagi masyarakat yang masih bergantung pada sektor perkebunan karet sebagai sumber mata pencaharian utama.(Sry)

