Wartalive.co.id – Di tengah pesatnya perkembangan usaha kuliner, kafe, dan sektor jasa di Kota Padangsidimpuan, keberadaan heritage atau warisan budaya dan sejarah Angkola dinilai mulai terpinggirkan.
Padahal, kekayaan heritage yang dimiliki Kota Salak tersebut menyimpan potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.
Sejumlah pemerhati budaya Angkola menilai Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan perlu memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian dan pengembangan situs-situs budaya serta sejarah yang menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat Angkola.
” Upaya tersebut dinilai penting untuk mengembalikan “ruh” Padangsidimpuan sebagai kota yang memiliki akar budaya dan nilai-nilai Islam yang kuat, ” ujar seorang pemerhati budaya Angkola Dr. Suheri Harahap, Senin (8/6/2026)
Baca Juga : Marhaen Itu Masih Duduk di Trotoar
Ia melihat, saat ini, pertumbuhan kafe dan rumah minum di Kota Padangsidimpuan terus meningkat. Dari sekitar 65 usaha yang terdaftar, jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
Kehadiran usaha-usaha tersebut memang memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Namun, pengembangan ekonomi daerah dinilai tidak boleh hanya bertumpu pada sektor tersebut. Potensi budaya lokal Angkola yang diwariskan secara turun-temurun juga memiliki nilai ekonomi yang tidak kalah besar apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Berbagai aset budaya dan sejarah seperti Bagas Godang, makam para tokoh-tokoh bersejarah, hingga jejak peninggalan masa kolonial Belanda merupakan bagian dari kekayaan daerah yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan.
Selain menjadi sarana edukasi, keberadaan situs-situs tersebut juga berpotensi menarik kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Pengembangan sektor heritage juga dinilai sejalan dengan upaya menjadikan Padangsidimpuan sebagai destinasi wisata halal yang mengedepankan nilai budaya dan religiusitas masyarakat.
” Konsep tersebut diyakini mampu menjadi daya tarik tersendiri di tengah persaingan antar daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata, ” jelas Dosen Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ini.
Lihat Juga : Wujudkan Semangat ‘Connecting Happiness’, JNE Raih Penghargaan di Indonesia CSR Awards 2026
Karena itu, katanya, Pemko Padangsidimpuan diharapkan tidak melupakan potensi besar yang tersimpan dalam warisan budaya Angkola.
Pelestarian dan pengembangan heritage bukan hanya soal menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga investasi jangka panjang untuk memperkuat identitas daerah dan menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.
” Dengan pengelolaan yang tepat, warisan budaya Angkola yang nyaris terlupakan itu dapat kembali menjadi kebanggaan Kota Salak sekaligus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah di masa mendatang, ” ungkapnya. (Wan)

