Saturday, October 10, 2026

Hotspot di Aek Bilah Jadi Peringatan, Warga Diminta Waspadai Karhutla

Baca Juga

Wartalive.co.id – Satu titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Dusun Purbasinomba, Desa Aek Urat, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (23/8/2026) sore.

Deteksi titik panas tersebut diketahui melalui aplikasi Lancang Kuning Polres Tapsel, yang langsung ditindaklanjuti jajaran Polsek Saipar Dolok Hole (SD Hole) dengan melakukan pengecekan ke lapangan dan melakukan verifikasi untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi.

- Advertisement -

Ps.Kapolsek SD Hole Iptu Jongga Mahulae, mengatakan langkah cepat dilakukan sebagai bentuk deteksi dini untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Kami langsung melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi di lapangan dan mengambil langkah pencegahan apabila ditemukan adanya potensi kebakaran, ” ujar Jongga, Senin (24/8/2026).

Dalam proses pengecekan, personel kepolisian juga berkoordinasi dengan perangkat Desa Aek Urat dan masyarakat setempat. 

Petugas bersama warga berupaya menemukan akses menuju titik koordinat yang terpantau dalam aplikasi.

Namun, perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Kondisi medan yang sulit serta akses jalan yang masih tertutup semak belukar menjadi kendala bagi petugas untuk mencapai titik koordinat tersebut.

“ Perjalanan menuju titik koordinat sempat mengalami kendala karena kondisi medan yang sulit dengan akses jalan masih tertutup semak belukar, ” kata Jongga.

Selain melakukan pengecekan, personel Polsek SD Hole juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan Karhutla.

Ia meminta kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, baik untuk kepentingan pertanian maupun perkebunan.

“Kami mengimbau masyarakat agar bersama-sama mencegah karhutla. Jika membuka lahan untuk pertanian maupun perkebunan, jangan menggunakan cara membakar,” tegasnya.

Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso yang dikonfirmasi melalui Kasi Humas Iptu Agam Parlindungan membenarkan kejadian tersebut.

Ia menegaskan, respons cepat terhadap deteksi hotspot tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian melakukan pencegahan sejak dini. 

” Koordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat juga dinilai penting untuk memastikan potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi Karhutla, ” ujar Kasi Humas. (Wan)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya