Wartalive.co.id – Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana di Sumatera Utara belum sepenuhnya rampung meski bencana telah berlalu selama tiga bulan. Ribuan warga terdampak masih tinggal di tenda dan lokasi pengungsian karena rumah sementara yang dijanjikan belum seluruhnya bisa ditempati, (27/2/2026)
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat, saat ini terdapat 1.427 unit huntara yang masih dalam proses pengerjaan. Pembangunan tersebut tersebar di sejumlah wilayah terdampak, terutama di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut, Basarin Yunus Tanjung, menyampaikan bahwa pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan agar warga segera keluar dari pengungsian.
Baca Juga : Harga Cabai Merah Keriting di Pasar Baru Mandailing Natal Sempat Naik, Kini Turun
“Targetnya masyarakat tidak lagi tinggal di pengungsian. Kami berharap menjelang Lebaran mereka sudah bisa menempati huntara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Hingga kini, masih terdapat 909 kepala keluarga atau 3.506 jiwa yang belum memiliki tempat tinggal sementara. Meski demikian, sebagian huntara sudah mulai digunakan di beberapa lokasi seperti Simarpinggan, Sipirok, dan Pandan.
Sambil menunggu rampungnya seluruh huntara, pemerintah juga memberikan bantuan biaya sewa rumah bagi warga terdampak. Tercatat 313 kepala keluarga telah menerima bantuan tersebut. Selain itu, warga juga akan mendapatkan dana tunggu hunian dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selama tiga bulan sebelum dipindahkan ke hunian tetap.
Lihat Juga : MWC NU Panyabungan Kota dan Hutabargot Tebar Takjil di Depan Pasar Baru
Di tengah proses pemulihan, data korban bencana juga masih terus mengalami pembaruan. Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia tercatat 376 orang, sementara 40 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Kondisi ini menunjukkan bahwa proses pemulihan pascabencana di Sumatera Utara masih membutuhkan waktu dan perhatian serius agar para penyintas dapat kembali hidup secara layak dan aman. (Sry)
Sumber: IDN Sumut

