Monday, October 12, 2026

HUT ke-53 ISI, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Minta Surveyor Hasilkan Peta Akurat

Baca Juga

Wartalive.co.id – Di tengah maraknya sengketa lahan dan tumpang tindih tata ruang yang kerap menghambat investasi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan, kunci penyelesaiannya ada pada satu peta yang akurat.

Pernyataan tersebut disampaikan Nusron saat menjadi pembicara kunci dalam Talkshow Profesional bertajuk, ‘ ILASPP : What is and What is Next? Bagaimana Ikatan Surveyor Indonesia (ISI) Berperan?’ , dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), organisasi profesi yang menaungi para ahli, di Jakarta, Rabu (6/8/2025)

- Advertisement -

Menurut Menteri Nusron, peta presisi bukan sekadar dokumen teknis, tetapi senjata strategis untuk memastikan pembangunan berjalan tepat sasaran dan bebas konflik.

Baca Juga : Tahun Ini Tapsel Targetkan Sertifikasi 200 Bidang Tanah

“ Saya yakin, keberhasilan transformasi dunia pertanahan ini kata kuncinya ditentukan oleh Bapak/Ibu sekalian. Saya minta, kalau bisa tolong dibuatkan peta surveinya yang akurat, mengedepankan mitigasi risiko, ” ujar Nusron di hadapan para anggota ISI, akademisi, serta pemangku kepentingan dari sektor pemerintah dan swasta.

Nusron menambahkan, peta yang akurat akan membantu menghindari tumpang tindih lahan, meminimalkan potensi konflik pertanahan dan memastikan pembangunan sesuai rencana tata ruang.

“ Dengan peta yang presisi, kita bisa menghemat biaya, waktu, dan menghindari kerugian yang tidak perlu, ” tegasnya.

Diterangkannya, data ATR/BPN menunjukkan, sekitar 30% wilayah Indonesia masih menghadapi persoalan tumpang tindih pemanfaatan lahan.

Masalah ini kerap memicu sengketa pertanahan, menghambat investasi, dan memperlambat pembangunan infrastruktur. Selain itu, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau memiliki tantangan tersendiri dalam pemetaan wilayah.

Ia berharap, kerja sama antara pemerintah, ISI, dan para pelaku industri dapat menghasilkan peta-peta berkualitas tinggi yang mampu menjadi acuan dalam pembangunan berkelanjutan.

“ Dengan kompleksitas seperti ini, peta yang presisi menjadi kebutuhan mutlak, bukan pilihan. Mari kita pastikan pembangunan berjalan tanpa meninggalkan masalah di kemudian hari, ” tutupnya.

Lihat Juga : Paripurna DPRD Tetapkan RPJMD 2025–2029, Wujudkan Visi Kota Padangsidimpuan MANTAP

Ketua umum ISI Viviani Suhar, ST mengatakan,ISI berdiri pada 1971 dan kini beranggotakan lebih dari 5.000 surveyor profesional dari seluruh Indonesia.

ISI berperan aktif dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang survei dan pemetaan, serta mendorong penerapan teknologi terkini, seperti citra satelit resolusi tinggi, sistem informasi geografis (GIS) dan pemetaan berbasis drone dan menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung pemerintah dalam menyediakan data spasial yang mutakhir.

“ Kami menyadari, kualitas data yang kami hasilkan akan sangat mempengaruhi kualitas kebijakan publik. Karena itu, ISI berkomitmen untuk terus mengedepankan profesionalisme, integritas, dan inovasi, ” ujarnya. (Wan/LB)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya