Monday, October 12, 2026

Hutan Batangtoru, Upaya Bersama untuk Ekosistem Berkelanjutan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) terus berupaya menjaga kelestarian ekosistem Batangtoru, yang merupakan habitat asli Orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis), sebagai spesies kera besar paling langka di dunia.

Upaya ini terus mendapat perhatian serius, melalui kegiatan konsultasi publik hasil studi kelayakan pembangunan koridor satwa yang digelar di aula Kantor Bappeda, di Komplek Perkantoran Bupati Tapsel di Sipirok, Selasa (9/9/2025).

- Advertisement -

Kegiatan konsultasi publik yang dibuka oleh Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, yang mewakili Bupati Tapsel, Pemkab Tapsel bersama para pihak membahas langkah strategis untuk menghubungkan habitat satwa yang terfragmentasi.

Baca Juga : Pemkab Asahan Sampaikan Nota Keuangan P-APBD 2025

Acara ini juga dihadiri Sekdakab Tapsel Sofyan Adil, Kepala Bappeda Chairul Rizal, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, pejabat pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, komunitas lokal, serta akademisi dan pakar konservasi yang menjadi narasumber.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, menegaskan pentingnya ekosistem Batangtoru, tidak hanya bagi satwa langka tetapi juga bagi masyarakat luas.

” Ekosistem Batangtoru adalah hutan tropis yang sangat vital, bukan hanya sebagai rumah bagi satwa langka seperti Orangutan, Harimau Sumatera, dan Beruang Madu, tetapi juga sebagai sumber air bersih yang menopang kehidupan masyarakat dari hulu hingga hilir, ” ujar Wakil Bupati.

Dalam forum tersebut, dipaparkan juga hasil studi yang merencanakan empat koridor satwa untuk menghubungkan blok-blok hutan yang terpisah. Keempatnya adalah Koridor Hutaimbaru, Bulu Mario, Silima-lima, dan Aek Malakkut.

” Koridor ini diharapkan menjadi jalur aman bagi pergerakan satwa liar, khususnya Orangutan Tapanuli, agar mereka dapat melakukan pertukaran genetik yang penting untuk menjaga populasi tetap sehat dan terhindar dari kepunahan. Selain itu, keberadaan koridor juga dapat mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar, ” katanya.

Menurut Jafar, pembangunan koridor ini sejalan dengan Dokumen Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 2025 – 2045, yang menempatkan pembangunan koridor sebagai strategi utama pelestarian keanekaragaman hayati nasional.

Dengan terwujudnya pembangunan empat koridor satwa, diharapkan ekosistem Batangtoru dapat tetap lestari, memberi manfaat bagi satwa liar, masyarakat lokal dan dunia, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang peduli pada konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

” Melalui pertemuan ini, kami berharap tercipta keselarasan dengan misi pembangunan daerah, yaitu mewujudkan masyarakat Tapsel yang maju dan berkarakter unggul, sehat, cerdas dan sejahtera dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, ” tambahnya.

Sundaland Program Director, Jeri Imansyah, menjelaskan, program pembangunan koridor ini telah mendapat dukungan sejak 2022 dari Konservasi Indonesia, bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemkab Tapsel.

Kajian teknis dilakukan bersama tim ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Besar KSDA Sumut, Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), serta Sumatera Rainforest Institute (SRI).

” Melalui kolaborasi para pihak, dampak positif yang dirasakan masyarakat maupun ekosistem akan semakin luas. Inilah wujud nyata ekonomi hijau yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan, ” ungkap Jeri.

Jeri menambahkan, ekosistem Batangtoru dikenal sebagai “Jantung Hijau” Sumatera Utara, yang terbagi menjadi tiga blok besar: Timur, Barat, dan Sibual-buali.

Lihat Juga : 38,25 Gram Sabu Disita dari Kos-Kosan di Padangsidimpuan, Polisi Kejar Pemasok Berinisial ‘A’

⁰Kawasan ini merupakan satu-satunya habitat Orangutan Tapanuli, spesies yang baru diidentifikasi pada 2017 dan saat ini hanya tersisa kurang dari 800 individu di alam liar.

Disamping itu, pelestarian ekosistem Batangtoru juga menjadi sangat penting tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga bagi dunia.

” Rekomendasi dari studi ini diharapkan memperkuat komitmen Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), ” terangnya.(Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya