Wartalive.co.id – Istana Raja Najungal menjadi salah satu peninggalan bersejarah dan bernilai budaya. Istana ini didirikan oleh Sultan H. Baharuddin Harahap sebagai pusat pemerintahan dan simbol kejayaan Raja Najungal pada masanya (19/1/2026)
Hingga kini, bangunan tersebut masih berdiri kokoh dan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah serta peradaban masyarakat setempat, khususnya daerah tapanuli selatan
Istana ini terletak di desa janji mauli muaratais, kecamatan angkola muaratais, kabupaten, tapanuli selatan, atau tepatnya di pondok pesantren modern baharuddin
Baca Juga : DR Kiman Siregar Resmi Pimpin IKAMATABAGSEL Bogor Periode 2026–2030
Didirikan dengan arsitektur khas Melayu yang berpadu dengan kearifan lokal, Istana Raja Najungal mencerminkan kebesaran dan wibawa kepemimpinan Sultan H. Baharuddin Harahap. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal raja, istana ini juga menjadi pusat musyawarah adat, pengambilan keputusan penting, serta kegiatan sosial dan budaya masyarakat.
Menurut informasi, pembangunan istana ini merupakan wujud visi Sultan H. Baharuddin Harahap dalam membangun tatanan pemerintahan yang kuat dan berakar pada nilai-nilai adat. “Istana Raja Najungal bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol persatuan, kearifan, dan martabat masyarakat pada masa itu,” ujar depanan sembiring, seorang yang sudah bekerja puluhan tahun di lokasi
Kini, keberadaan Istana Raja Najungal memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Selain menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda, istana ini juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah lokal
Lihat Juga : Jalinsum di Desa Sipange Julu Rusak, Warga Minta Perhatian Pemerintah
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian istana tersebut.
Upaya perawatan, penataan lingkungan, serta promosi yang berkelanjutan dinilai penting agar Istana Raja Najungal tetap terjaga dan terus hidup sebagai warisan berharga yang ditinggalkan Sultan H. Baharuddin Harahap untuk generasi masa kini dan mendatang (Asrif)

