wartalive co.id – Kemacetan panjang terjadi di wilayah Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (7/1/2023) sejak pukul 01.00 WIB dini hari.
Informasi diterima wartalive, kemacetan terjadi karena ada cekungan jalan yang tergenang air akibat luapan hujan.
Baca Juga : Sip! Bulan April 2024 Ini, Sumut Bakal Punya Bandara Baru
Mamat Soleh, supir truk pengguna jalan mengatakan dirinya berkendara dari arah Medan menuju Kota Pinang. Dia terjebak kemacetan dan 4 jam kendaraannya sempat tak bisa bergerak sama sekali di titik kemacetan.
“Dari Kisaran mau ke arah Rantauprapat, dari jam 2 pagi sampai jam 8 pagi tadi baru bisa bergerak pelan. Kalau berhenti total itu kita ada hampir 4 jam,” ujarnya.
Baca Juga : Inilah! Nama 3 Daerah Punya Sejarah Unik di Sumatera Utara
Kasatlantas Polres Asahan, AKP Himawan Chandra dikonfirmasi membenarkan kemacetan yang terjadi sejak pukul 01.00 WIB itu akibat cekungan Jalinsum di daerah Pulo Maria Kecamatan Teluk Dalam tergenang air banjir karena diguyur hujan. Kondisi itu mengakibatkan kenderaan tidak berani melintas.
“Di daerah Pulo Maria ada luapan air karena hujan tadi malam. Karena kondisi jalan itu ada cekungan jadi timbul genangan di sana. Di tambah lagi di titik yang sama ada truk barang yang mogok karena patah as roda,” kata Kasatlantas.
Kendati demikian Himawan Chandra menyebutkan hingga siang ini arus lalu lintas di lokasi sudah lancar dan normal. Sebanyak 30 personel Satlantas Polres Asahan sejak pagi dini hari tadi mengurai antrean kenderaan yang mengular itu.
“Kalau genangan air itu harusnya jam 1 sudah surut. Cuma karena banyak kenderaan pribadi gak sabaran memotong jalur itu yang bikin kondisi jalan membuat antrian kenderaan. Semua personel kita kerahkan dan sudah bisa terurai pagi tadi sudah lancar,” kata dia.
Saat ini kata Himawan, situasi pantauan arus di Jalan Lintas Sumatera baik dari arah Medan menuju Rantauprapat ramai lancar. Sementara luapan genangan air telah surut.
“Sekarang kondisi arus lalu lintas sudah ramai lancar dan normal,” kata dia. (MM/AH/Ahmad Sani)

