Wartalive.co.id – Kondisi infrastruktur jalan di Desa Sipange Julu kian memprihatinkan. Pasca-bencana banjir yang menerjang wilayah ini beberapa bulan silam, akses jalan utama yang menjadi urat nadi perekonomian warga belum kunjung mendapatkan sentuhan perbaikan dari pihak berwenang
Berdasarkan pantauan di lapangan (19/1/2026), permukaan jalan telah berubah menjadi hamparan lumpur dengan lubang-lubang dalam yang tergenang air. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan para pengendara, khususnya roda dua, yang terpaksa berjibaku melewati jalur ekstrem setiap harinya
Kerusakan jalan ini bukan sekadar masalah teknis infrastruktur, melainkan telah berkembang menjadi permasalahan ekonomi dan sosial yang sistemik. Terhambatnya distribusi hasil bumi dan akses menuju fasilitas kesehatan maupun pendidikan menjadi beban ganda bagi masyarakat Sipange
Baca Juga : Jalan Rawan Longsor, Truk Terperosok di Jalur Sopotinjak–Muara Soma
Seorang warga setempat mengungkapkan kegelisahannya atas lambatnya respons pemerintah. “Kami merasa gelisah. Sudah berbulan-bulan sejak banjir surut, namun perbaikan jalan belum dilakukan,” ujar Fadly warga sipange
Masyarakat Desa Sipange kini sangat membutuhkan perhatian nyata, bukan sekadar pemantauan formal. Diperlukan langkah strategis dan akselerasi perbaikan agar ketimpangan pembangunan tidak semakin lebar dan produktivitas warga dapat kembali pulih
“Kami tidak tahu kapan jalan ini diperbaiki, Jangan sempat memakan korban dulu baru diperbaiki” Ujar Ardiansyah, warga lainnya
Masyarakat berharap agar perbaikan jalan segera dilakukan untuk mempermudah mobilitas warga, pasalnya jalan ini merupakan jalan lintas yang banyak dilalui kendaraan (Asrif)

