Sunday, October 11, 2026

Jamaah Pengajian Akbar Kecamatan Arse, Minta Syahrul Pasaribu Ceritakan Sejarah Berdirinya BKMT di Tapsel

Baca Juga

Wartalive.co.id – Meski sudah mengakhiri jabatan sebagai Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) selama dua periode sejak Februari 2021 yang lalu, H. Syahrul M. Pasaribu SH, terus aktif menghadiri pengajian akbar Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) di Kabupaten Tapsel, termasuk di Kecamatan Arse, Kabupaten Tapsel, Minggu (27/10/2024).

Kehadiran pendiri BKMT di Tapsel ini, guna memenuhi undangan pengajian akbar BKMT. Kehadiran Syahrul M Pasaribu, disambut antusias dengan lantunan Sholawat Badar oleh ratusan jamaah pengajian akbar.

- Advertisement -

Pengajian akbar ini dihadiri Camat Arse Syahwan Ritonga, Sekcam Arse Partahian Ritonga, Lurah Arse Saidal Makruf Siregar, Plt. Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Arse Zulkarnaen dan Sekretaris BKMT Tapsel Hj. Ansoriah serta Kepala Desa se Kecamatan Arse.

Baca Juga : KPU Sumut Gelar Debat Publik Pertama Cagubsu

Calon Wakil Bupati Tapsel nomot urut satu (No.1) yang juga pimpinan Pesantren Darul Mursyid (PDM) Jafar Syahbuddin Ritonga beserta istri dan ibundanya juga turut hadir dipengajian akbar tersebut

Seperti biasa di tiap kehadirannya di pengajian akbar Arse, Syahrul menunaikan kewajiban membayar iuran Koperasi Wanita Mawaddah Amaliah Akbar BKMT Arse sebesar Rp3,4 juta setiap bulannya.

Ansyoriah Siregar Sekretaris BKMT Tapsel yang juga Ketua Koperasi Mawaddah berterimaksih atas kepedulian Syahrul Pasaribu terhadap perkembangan BKMT dan Koperasi Wanita di Arse ini. Untuk menyegarkan ingatan anggota BKMT, ia meminta Syahrul agar menceritakan sejarah lahirnya BKMT di Tapsel.

Di kesempatan itu, Syahrul Pasaribu menceritakan bahwa BKMT bukanlah organisasi pemerintah, melainkan organisasi sosial keagamaan yang secara nasional berdiri pada tahun 1981, atas gagasan ulama perempuan Betawi, Hj. Tuty Awaliyah serta kesepakatan 700 majelis taklim, yang kemudian pada tahun 1988, ustadzah Hj. Tuty Awaliyah diangkat menjadi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan di Kabinet Soeharto

Belasan tahun kemudian, tepatnya tahun 2011, BKMT terbentuk di Provinsi Sumatera Utara (Provsu), atau setahun periode pertama ia menjabat Bupati Tapsel dan saat itu, pengurus BKMT Sumut meminta dirinya selaku Bupati Tapsel bersama Ketua TP PKK Tapsel, Hj. Syaufiah Lina membentuk dan mendirikan BKMT Tapsel.

Tujuan pembentukan BKMT Tapsel ini, guna menghimpun seluruh majelis taklim serta menambah pengetahuan keagamaan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan (Imtaq) anggotanya, sebagai wadah silaturahmi antar masyarakat dan juga sebagai sarana pertemuan pemerintah dengan rakyatnya.

Lihat Juga : Polres Labusel Ungkap 12 Kasus Narkoba Selama Bulan Oktober 2024

” Ketika itu, beberapa Kecamatan di Tapsel telah terbentuk perhimpunan perwiridan yasin atau pengajian ibu-ibu. Di Arse ada pengajian Amaliah Akbar, di Sipirok ada Marsada dan di Angkola Barat ada Ikatan Perwiridan Yasin atau IPY, ” terang Syahrul.

Perkumpulan pengajian ibu-ibu inilah serta majelis taklim di Desa-Desa, yang selanjutnya dihimpun dan menjadi anggota BKMT, yang ketua pertamanya adalah Hj. Hasni Delaila Harahap, ketua periode selanjutnya atau kedua Hj. Anna Leli Hutasuhut dan ketua periode ketiga hibgga saat ini Hj. Rosmayanti Ritonga.

Setelah 10 tahun atau menjelang akhir masa jabatan periode kedua ia menjabat Bupati Tapsel, jumlah anggota BKMT Tapsel di 15 Kecamatan sudah mencapai 26.000 orang. Mereka ini sebagian besar didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

” Di pengajian akbar Arse ini, oleh anggota BKMT dibentuk Koperasi yang diberi nama Koperasi Mawaddah yang saya termasuk sebagai anggota kehormatan. Dari dulu sampai hari ini, saya memiliki kewajiban membayar iuran disetiap kehadiran pada pengajian dan hingga saat ini aset koperasi kita sudah mencapai Rp600 juta, ” terang Syahrul.

Pada kesempatan itu Syahrul yang pendiri BKMT Tapsel berulangkali menekankan bahwa BKMT bukanlah organisasi milik pemerintah, tetapi murni organisasi sosial keagaman yang mandiri yang beranggotan warga majelis taklim.

Maka kepada Jafar Syahbuddin yang pada Pilkada Tapsel tahun ini mencalon Wakil Bupati bersama calon Bupati Gus Irawan Pasaribu, Syahrul meminta untuk legowo bila tidak diberikan kesempatan berpidato agar tidak ada kesan, pengajian akbar ini disalah gunakan ajang kampanye.

” Saya lihat di sini ada Panwascam. Tolong bapak-bapak saksikan acara ini sampai akhir. Pengajian akbar ini bukanlah tempat kampanye. Saya tahu sambutan saya ini ada yang merekam, silahkan saja dikirim kemanapun dan kepada siapapun, ” tegasnya.

Kepada ratusan jamaah yang hadir, Syahrul meminta agar cerdas dalam memilih pemimpin di Pilkada tahun ini. Jaga kekompakan dan persatuan serta kesatuan

” Menyahuti keluhan warga atas rusaknya jalan ke Arse sampai Aek Bilah tiga tahun belakangan ini. Maka dalam Pilkada 27 Nopember, cerdaslah untuk memilih pemimpin yang bisa mem BAGUSI jalan ini. Apakah masih kita lanjutkan keadaan yang seperti ini ?” tanya Syahrul dan dijawab, Tidak..! oleh semua yang hadir.

Kemudian belakangan ini ada informasi terjadi intimidasi terhadap keluarga penerima Bantuan Sosial (Bansos) yang tidak mendukung salah satu calon tertentu di Pilkada.

Baca Juga : Polres Sergai Tangkap Terduga Bandar Sabu di Kecamatan Dolok Masihul

” Jangan mau diintimidasi. Mulai hari ini, lawan dan laporkan semua bentuk intimidasi itu. Sebab, bantuan itu bukan uang mereka dan tidak semudah itu mengganti penerima PKH ataupun BPNT, ” ucap Syahrul.

Terakhir Syahrul menyampaikan bahwa dari informasi yang diperoleh, dari hasil Pilkada serentak 27 November nanti direncanakan akan dilakukan pelantikan Kepala Daerah sekitar Januari 2025 dan berharap jangan karena Pilkada, ukhuwah yang sudah terjalin baik selama ini, tercederai.

” Teruslah kita kompak. BKMT ini harus tetap kita jalankan dan semakin besar hingga sampai akhir zaman, ” ungkap Syahrul dengan semangat. (Wan)

Editor : Indra Sikoembang

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya