Monday, October 12, 2026

Jemaah Haji KNO 09 Selesaikan Ibadah di Armuzna dengan Penuh Syahdu dan Khusyuk

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pada Senin siang, tepat pukul 12.00 WAS, sebanyak 360 jemaah haji dari kloter 09 KNO telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji armuzna dengan penuh kesyahduan dan kekhusukan.

Suara zikir, takbir, dan talbiyah terus bergema di antara jemaah haji kloter 09, sehingga air mata tak tertahan mengalir. Mereka saling berjabatan tangan dan saling memaafkan satu sama lain.

- Advertisement -

Selanjutnya, jemaah akan diarahkan untuk kembali ke hotel guna mempersiapkan pelaksanaan Tawaf Ifadah, sa’i, dan tahallul tsani.

Baca Juga : Ungkap Kasus Smart Village, Kejari Madina Harus Periksa Kepala Desa

Pernyataan ini disampaikan oleh ketua Kloter 09 KNO, Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, kepada Humas Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPHI) Sumatera Utara pada Senin, 9 Juni 2025.

“Alhamdulillah sekitar 360 Jemaah Haji KNO 09 yang telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji armuzna secara tertib dan sekarang selanjutnya dilakukan pendorongan oleh syarikah Rifadh ke hotel Diyar Al Jabri (715),” ujar Lukman.

Lukman juga menyatakan bahwa saat proses pendorongan berlangsung, pihak syarikah dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang bertanggung jawab atas pengaturan keberangkatan di lokasi mengalami kesulitan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh ketidaksabaran jemaah haji Indonesia yang ingin segera menaiki bus yang telah disediakan, sehingga terjadi persaingan di antara mereka. Banyak bus yang terhambat karena jemaah haji tidak mematuhi instruksi yang diberikan oleh PPIH dan syarikah di lapangan.

Seandainya jemaah haji Indonesia dapat menunjukkan disiplin dalam mengikuti arahan dari petugas haji dan syarikah, situasi ini dapat dihindari.

“Menurut pengamatan saya, apa yang terjadi di Arafah ke Muzdalifah dan Muzdalifah ke Mina sebagaimana yang di blow up media atau tiktok dikarenakan Jemaah haji kita kurang disiplin dan tidak menghidupkan budaya antri pada situasi tertentu. Inilah yang dikeluhkan pihak syarikah saat menghadapi fenomena Muzdalifah – Mina yang mengeluhkan kepada saya dan mengatakan bus tidak bisa masuk ke lokasi sebab terhalang oleh ribuan jemaah,” ujar Lukman.

Namun, Lukman juga mengakui bahwa penanganan syarikah dari satu sisi masih belum mencapai standar profesional, dan hal ini diharapkan dapat menjadi perhatian untuk perbaikan di masa mendatang.

Contohnya, jumlah bus yang dikerahkan oleh syarikah tidak optimal, serta lebih mengandalkan model taraddudi (perjalanan bolak-balik) yang tidak seimbang dengan jumlah jemaah. Akibatnya, keterlambatan bus terjadi, menciptakan suasana yang tidak kondusif, sehingga jemaah haji terpaksa berjalan kaki menuju Mina.

Psikologi yang demikian dapat memicu kepanikan, sehingga jemaah merasa terdorong untuk bergerak menuju Mina.

Namun, PPIH tetap memberikan peringatan kepada jemaah yang berusia lanjut dan memiliki risiko tinggi agar tetap berada di Muzdalifah sambil menunggu kedatangan bus. Hal ini disebabkan oleh potensi kelelahan yang dapat ditimbulkan akibat berjalan kaki, yang tentunya akan menguras banyak energi.

Lihat Juga : Wesly Silalahi Saksikan Penyembelihan Hewan Kurban Idul Adha 1446 H

“Pergerakan jemaah pejalan kaki berdampak pada kemacetan di jalur utama shuttle bus. PPIH menerima permintaan dari Kementerian Haji Saudi dan syarikah untuk menenangkan jemaah dan menghentikan arus jalan kaki, namun sudah tidak dapat dikendalikan,” kata Lukman.

“Untuk ke depan, catatan catatan haji tahun 2025 ini perlu dilakukan evaluasi yang komprehensif, sebagai upaya mitigasi di masa mendatang, apalagi penanganan haji tahun depan kewenangannya sudah berada pada Badan Penyelenggara Haji,” kata Lukman menutup pembicaraan.(Islino)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya