Tuesday, October 13, 2026

Jukir Liar Kembali Marak di Jalan Brigjen Katamso Medan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Fenomena juru parkir (jukir) liar di Kota Medan seakan tidak ada habisnya, meski pemerintah kota telah berulang kali melakukan penertiban.

Salah satu titik yang kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat adalah kawasan Jalan Brigjen Katamso pada hari Sabtu (24/01). Kehadiran para jukir ini dinilai sangat meresahkan karena mereka beroperasi tanpa mengikuti aturan resmi yang telah ditetapkan oleh Dinas Perhubungan.

- Advertisement -

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa para juru parkir di sepanjang jalan protokol ini banyak tidak menggunakan atribut resmi. Mereka tidak mengenakan rompi oranye atau hijau yang menjadi identitas standar, serta tidak dilengkapi dengan tanda pengenal atau name tag yang jelas.

Baca Juga : Sekolah Ngaji Babul Khoir Gelar Peringatan Isra Mi’raj dan Sambut Ramadan

Penggunaan pakaian biasa ini disinyalir merupakan modus kesengajaan agar mereka dapat dengan mudah berkamuflase menjadi warga sipil biasa. Strategi ini digunakan untuk menghindari sorotan petugas patroli; saat aparat melintas, mereka seketika berpura-pura tidak sedang beraktivitas guna memuluskan praktik pungutan liar tersebut. Kondisi ini membuat masyarakat sulit membedakan antara petugas resmi yang menyetor ke kas daerah dengan oknum yang hanya mencari keuntungan pribadi.

Jumlah jukir liar di kawasan ini tergolong cukup banyak dan tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari depan ruko, tempat makan, pusat perbelanjaan, hingga area perbankan. Kehadiran mereka yang masif menciptakan kesan bahwa setiap jengkal bahu jalan di Brigjen Katamso telah “dikuasai” oleh kelompok tertentu. Hal ini tentu saja memicu keluhan dari para pengendara yang merasa tidak nyaman saat hendak memarkirkan kendaraannya.

Darmi, salah seorang warga sekitar yang rutin melintasi kawasan tersebut, mengungkapkan kekesalannya terhadap perilaku para jukir liar ini. Menurutnya, para petugas tidak resmi ini sangat agresif dalam meminta uang parkir tanpa mempedulikan durasi parkir kendaraan. Ia merasa ruang publik kini telah dikomersialisasi secara ilegal oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Walaupun kita cuma berhenti sebentar saja, misalnya beli air mineral, mereka langsung datang minta uang parkir. Tidak ada toleransi sama sekali” ujar Darmi dengan nada kecewa saat ditemui di lokasi.

Lebih lanjut, Darmi menceritakan pengalamannya saat hendak mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Menurutnya, keberadaan jukir liar ini sangat tidak masuk akal karena mereka berjaga tepat di depan ATM. Kondisi ini dirasa sangat membebani warga, terutama bagi mereka yang hanya melakukan transaksi kecil namun harus tetap mengeluarkan biaya tambahan untuk parkir yang tidak resmi.

Lihat Juga : Berkah Ekonomi di Balik Pengajian Pesantren Al-Yusufiyah

“Baru mau ambil uang di ATM saja sudah ada tukang parkirnya. Semua tempat sekarang diparkirkan, seolah-olah tidak ada ruang gratis lagi di kota ini” tambah Darmi mengeluhkan maraknya pungutan liar tersebut.

Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Medan dan pihak kepolisian. Masyarakat meminta adanya tindakan tegas, bukan sekadar imbauan, agar kenyamanan pengguna jalan di Jalan Brigjen Katamso dapat kembali normal. Penertiban terhadap jukir tanpa atribut ini dinilai mendesak guna menghindari praktik pungli yang semakin menjamur dan merugikan ekonomi warga kecil.(Febrian)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya