Wartalive.co.id – Pemandangan memprihatinkan terlihat jelas di persimpangan Jalan Setiabudi dan Jalan Ringroad, Kota Medan, Kamis (15/01/2026). Untaian kabel yang saling melilit dan berantakan tampak bergelantungan dengan kondisi yang sangat tidak beraturan di atas tiang-tiang penyangga. Kondisi ini telah berlangsung cukup lama tanpa ada pembenahan yang berarti, menciptakan pemandangan kumuh sekaligus menyimpan potensi bahaya besar bagi para pengguna jalan dan penduduk di sekitarnya.
Beberapa kabel besar terlihat sudah sangat kendor hingga melengkung tajam ke arah badan jalan. Hal ini memicu kekhawatiran serius di kalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki rumah atau ruko tepat di bawah jalur kabel tersebut. Warga merasa cemas jika sewaktu-waktu angin kencang atau hujan deras membuat kabel yang kendor itu semakin turun hingga menyentuh atap atau bagian depan rumah mereka, yang berisiko memicu korsleting listrik atau kebakaran.
Tak hanya kendor, di beberapa titik persimpangan juga ditemukan adanya kabel yang sudah terputus dan dibiarkan menjuntai begitu saja. Masyarakat tidak tahu pasti apakah kabel yang terputus tersebut masih dialiri arus listrik aktif atau merupakan kabel serat optik yang sudah tidak terpakai lagi.
Baca Juga : Orang Tua dan Guru Dukung Imbauan Satlantas Demi Keselamatan Pelajar
Kekacauan ini tidak hanya bersumber dari satu pihak saja. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kerumunan kabel tersebut terdiri dari berbagai jenis dan merk. Selain kabel milik PLN, terdapat puluhan kabel dari berbagai penyedia layanan internet (ISP) atau WiFi, mulai dari IndiHome, Biznet, MyRepublic, hingga berbagai merk kabel TV kabel dan fiber optik lainnya yang saling tumpang tindih. Kurangnya koordinasi antar provider dalam melakukan instalasi membuat kabel-kabel baru terus ditumpuk di atas kabel lama yang sudah tidak berfungsi.
Marni, salah seorang pemilik warung kopi di sekitar persimpangan, mengungkapkan keresahannya. Ia menyebut bahwa setiap kali terjadi badai, warga selalu was-was. “Kami di sini setiap hari melihat kabel itu makin hari makin turun. Ada yang sudah mau kena seng rumah warga. Kalau malam ada suara percikan kecil saja, kami sudah takut minta ampun, tapi ya mau gimana, kami cuma bisa menunggu kabel-kabel itu dibenerin dan dirapihkan saja” ujar Marni dengan nada khawatir.
Masyarakat sekitar berharap adanya tindakan tegas dari Pemerintah Kota Medan maupun pihak terkait untuk segera melakukan penataan ulang kabel. Warga mendesak agar kabel-kabel yang sudah mati atau terputus segera dipotong dan dibersihkan dari tiang, sehingga beban tiang tidak terlalu berat dan kabel yang masih aktif bisa tertata lebih rapi. Penertiban ini dinilai mendesak sebelum ada korban jiwa akibat kabel yang jatuh atau kebakaran hebat.(Febrian)

