Tuesday, October 13, 2026

Kahiyang Ayu Kagumi Penenun Ulos di Kampung Ulos Hutaraja Samosir

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kahiyang Ayu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut), mengunjungi Galery Ulos Hutaraja di Kampung Ulos Hutaraja, Desa Lumban Suhi-suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, pada hari Minggu (4/5). Selama kunjungannya, Kahiyang sangat terkesan dengan keahlian para penenun dalam membuat ulos secara tradisional. Dia juga mendengarkan dengan antusias penjelasan dari para penenun mengenai berbagai jenis ulos yang ada di Sumut.

Ketika berada di sana, Kahiyang melihat sendiri para penenun ulos yang mahir dalam memainkan dan memintal benang secara manual hingga menjadi kain ulos yang sangat khas. Baginya, ulos merupakan bagian penting dari warisan budaya Sumut yang harus dijaga keberlangsungannya. Melihat proses pembuatan ulos yang rumit, Kahiyang menekankan pentingnya untuk mewariskan kecintaan terhadap warisan budaya ini kepada generasi muda.

- Advertisement -

“Ibu sudah berapa lama menenun ulos? Berapa lama ini jadi seperti kain ulosnya?” tanya Kahiyang. 

Baca Juga : Peringati PID 2025, TP PKK Padangsidimpuan Tekankan Pentingnya Imunisasi

Jawaban dari seorang penenun ulos bernama Op Valen br Situmorang mengungkapkan bahwa ia telah mengabdikan diri dalam kegiatan menenun selama puluhan tahun. Pengetahuan tentang menenun ulos diteruskan dari generasi sebelumnya, dan saat ini ia meneruskan warisan tersebut kepada anak-anak dan cucunya.

Dalam proses pembuatan ulos, Op Valen br Situmorang menjelaskan bahwa waktu yang dibutuhkan tergantung pada motif yang diminta. Semakin kompleks motif dan warnanya, maka proses pembuatannya akan memakan waktu lebih lama. Namun, jika motif yang diminta sederhana, ia dapat menyelesaikannya dengan cepat.

Ketika mendengar hal tersebut, Kahiyang memperhatikan dengan seksama setiap desain dan warna yang diciptakan oleh sang penenun. Ia sangat terkesan dengan keindahan dari karya kain khas suku Batak tersebut. Setiap motif dan warna kain memiliki makna yang sangat dalam. Dengan rasa ingin tahu, Kahiyang bertanya, “Apa yang membuat pakaian ini berbeda, Bu, untuk setiap motif di ulos?”

Dalam menjawab pertanyaan Kahiyang, Ketua Galeri Ulos Hutaraja, Mariani br Simarmata, menjelaskan berbagai jenis ulos yang diproduksi oleh para penenun Galeri Hutaraja. Salah satunya adalah Ulos Bolean, yang masih merupakan ulos asli dari Batak Samosir. Selain itu, terdapat juga ulos Suri-suri Ganjang, Ulos Sibolang, dan berbagai jenis ulos lainnya.

“Itu adalah jenis ulos motif dahulu kala. Saat ini penenun ulos di sini sudah mengkreasikan pola atau motif zaman dulu dengan warna, dengan dukit atau bunga yang berwarna-warni. Sehingga bisa dipakai bukan hanya untuk pesta tradisional tapi pesta biasa. Pewarnaan ulos juga saat ini ada yang sintetik dan alami,” terangnya.

Lihat Juga : Bupati Asahan Sambut Kunjungan Wamenag RI

Saat melihat keahlian para penenun, Kahiyang tertarik untuk mencoba menenun ulos menggunakan alat tradisional yang tersedia di sana. Dengan penuh konsentrasi, Kahiyang memutar boban (sebutan suku Batak untuk alat tenun tradisional) dan mengikuti petunjuk penenun setempat untuk menyusun benang dengan teliti.

Selain itu, di galeri tersebut, Kahiyang memutuskan untuk membeli delapan kain dan selendang ulos, termasuk Ulos Bolean. Ulos Bolean adalah jenis kain ulos yang biasanya digunakan oleh para pria atau ayah-ayah. Orang-orang yang mengenakan kain ulos ini umumnya berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas dan sering kali dipakai dalam acara pesta.(Islino)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya