Wartalive.co.id – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kembali melanjutkan komitmennya dalam membantu pemulihan pasca bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan membangun 107 unit Hunian Tetap (Huntap) Tahap II.
Penandatanganan perjanjian kontrak pembangunan dilakukan antara Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dengan CV Reynand Utama di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, disaksikan langsung oleh Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, Selasa (28/4/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Balai BP3KP Sumatera Utara Wahyu Adi Satriawan, Ketua Fraksi Gerindra Tapsel Rocky Gultom, Direktur CV Reynand Utama Ria Marianti, Asisten III Setdakab Tapsel Trianta, Kepala Dinas PUPR Fahri Ananda, Kalaksa BPBD Zulkarnain Siregar, serta Camat Batangtoru Maratinggi Siregar.
Penandatanganan kontrak tersebut menjadi tanda dimulainya pembangunan Huntap Tahap II sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di wilayah Tapsel.
Dalam sambutannya, Bupati Gus Irawan Pasaribu menyampaikan apresiasi atas kepedulian Yayasan Buddha Tzu Chi yang terus mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
Baca Juga : 127 Calhaj Tapsel Dilepas, Tiga Orang Tertunda Karena Sakit
Menurutnya, pembangunan Huntap Tahap I sebanyak 120 unit dan telah ditempati warga terdampak bencana.
Bahkan, peresmian 120 unit tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama jajaran pemerintah pusat.
“ Hari ini kita melanjutkan pembangunan Tahap II sebanyak 107 unit lagi. Ini bentuk kolaborasi luar biasa antara pemerintah dan lembaga kemanusiaan dalam membantu masyarakat bangkit pasca bencana, ” ujar Gus Irawan.
Ia berharap pembangunan Huntap Tahap II dapat diselesaikan lebih cepat dari target kontrak selama empat bulan apabila kondisi cuaca mendukung.
Bupati juga menyebut Kabupaten Tapsel menjadi daerah pertama di wilayah Sumatera Utara, Aceh.dan Sumatera Barat yang berhasil meresmikan hunian tetap dalam program rehabilitasi pasca bencana.
Pembangunan Huntap Tahap II ini diperuntukkan bagi masyarakat relokasi dari Desa Simatohir, Dusun Rambangan dan Desa Panobasan Lombang, Dusun Lobu Uhom.
Selain pembangunan rumah layak huni, Pemkab Tapsel juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga penerima Huntap.
Menurut Gus Irawan, pemerintah daerah akan membantu masyarakat melalui program kolam bioflok budidaya ikan lele dan nila, serta pengembangan pola tanam tumpang sari jagung dengan dukungan pemasaran melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“ Tantangan berikutnya setelah hunian tersedia adalah bagaimana masyarakat kembali memiliki mata pencaharian dan kehidupan ekonomi yang stabil, ” katanya.
Bupati berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan tersebut, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Tapsel tidak hanya menghadirkan hunian yang layak, tetapi juga mampu membangun kembali kemandirian ekonomi serta masa depan masyarakat terdampak secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatera Utara Mujianto mengatakan pihaknya optimistis pembangunan Huntap Tahap II dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
“ Kami berharap masyarakat segera dapat menempati rumah yang layak, aman dan nyaman, ” ujarnya.
Terpisah, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tapsel Rocky Anugrah Gultom menyampaikan apresiasi atas kelanjutan pembangunan Huntap Tahap II oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Kecamatan Batangtoru.
Menurut anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) Batangtoru, Muara Batangtoru dan Marancar itu, pembangunan Huntap tersebut menjadi bukti nyata kepedulian semua pihak terhadap masyarakat terdampak bencana di Tapsel.
“ Kami dari DPRD Tapsel khususnya Fraksi Gerindra sangat mengapresiasi komitmen Yayasan Buddha Tzu Chi yang terus hadir membantu masyarakat hingga tahap pemulihan. Ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga mengembalikan harapan dan semangat warga untuk bangkit kembali, ” ujar Rocky.
Ia juga menilai langkah Pemkab Tapsel yang menyiapkan program pemberdayaan ekonomi bagi warga penerima Huntap merupakan kebijakan yang sangat tepat.
Baca Juga : Kecamatan Teluk Nibung Raih Juara Umum Dalam MTQ Ke-58 Tingkat Kota Tanjung Balai
“ Hunian yang layak memang penting, tetapi keberlanjutan ekonomi masyarakat juga harus dipastikan. Program bioflok, budidaya ikan dan pola tanam tumpang sari yang disiapkan pemerintah daerah diharapkan mampu membantu masyarakat kembali mandiri secara ekonomi, ” katanya.
Rocky berharap pembangunan Huntap Tahap II dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu agar masyarakat relokasi segera menempati rumah yang aman dan nyaman. (Wan)

