Wartalive.co.id – Tidak banyak orang yang berpikir jika daur ulang sampah bisa dijadikan sebagai bisnis yang menggiurkan dan karena sampah bisa diolah untuk berbagai produk yang bermanfaat.
Mengolah sampah bukanlah perkara mudah. Harus bisa memilah-milah sampah yang akan diolah. Biasanya sampah yang dipilah dan dipilih adalah sampah organik, non organik dan sampah metal.
Untuk sampah organik berupa sisa tumbuh-tumbuhan, kayu-kayuan, daging, ataupun bekas makanan dan sampah septi tank. Sedangkan sampah non organik berupa kertas, plastik, kaca, serta sampah metal dan logam yang memakan waktu lama untuk terurai dan keberadaannya sering membawa masalah sejak dulu karena mempengaruhi kehidupan alam secara luas.
Baca Juga : Maulid Nabi Muhammad 1446 H. Kapolres Tapsel : Mari Kita Teladani Akhlak Mulia Rasulullah SAW
Adalah Koperasi Imajinasi Cerdas Berkarya (ICB) Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang mendapat pembinaan dari PT Agincourt Resources (PTAR), selaku pengelola Tambang Emas Martabe, memanfaatkan sampah hasil aktivitas PTAR yang mampu mengolah limbah sampah PTAR untuk dijadikan produk bernilai ekonomis tinggi dan dipasarkan ke masyarakat.
Koperasi ICB yang berlokasi di area PTAR memiliki area fasilitas pemilahan sampah atau waste sortation facility (WSF), yang berdiri diatas lahan seluas lebih kurang setengah hektare di site PTAR.
Dibawah pimpinan Makmur Simamora, Koperasi ICB beranggotakan 20 orang yang dibagi dalam dua kelompok masing-masing satu kelompok beranggotakan 15 yang berada di lokasi pemilahan dan daur ulang sampah di site PTAR san satu kelompok lagi beranggotakan 5 orang berada di bank sampah di Desa Aek Sirara Batangtoru.
Dalam memilih dan mengolah sampah hasil aktivitas pertambangan, ICB mampu mendaur ulang sampah-sampah sampai 70 persen menjadi hal yang berguna dan bermanfaat seperti pupuk cair atau ecoenzym sebagai pengganti pupuk dolomit, yang berguna untuk menetralkan keasaman (ph) tanah.
Selain itu juga sampah yang dipilah menjadi sampah organik dan sampah non organik untuk dijadikan pupuk kompos karung, pupuk kompos blok, jenis-jenis souvenir, furniture, kerajiban tangan, pakan magot berbentuk larva lalat kering untuk makanan unggas, yang memiliki nilai ekonomis tinggi.
Lihat Juga : Hadiri Matamaru UM Tapsel, Kapolres Padangsidimpuan Sampaikan Pesan Tegas Kepada Mahasiswa
” Sampah organik dan non organik yang diolah menjadi bahan produk, dipasarkan kepada petani sawah dan tanaman kelapa sawit dengan sasaran petani yang ada di Desa di lingkar tambang, ” ujar Makmur Simamora melalui Bendahara Koperasi Jayanti Fauzi dan staf Koperasi ICB Dina Mariana di lokasi pemilahan sampah PTAR, Kamis (26/9/2024).
Jayanti menjelaskan, sampah domestik PTAR sendiri, terdiri dari 14 material organik dan non organik. Selain untuk kompos, limbah organik juga diolah menjadi magot, yang menghasilkan 2 sampai 3 kg setiap bulannya.
” Pupuk kompos hasil daur ulang dijual kepada petani dengan harga Rp.25 ribu per karung dan pupuk cair Eco Enzim dijual seharga Rp.10 ribu per botol, dengan omset penjualan mencapai Rp.5 juta sampai Rp.9 juta per bulan, yang hasilnya disimpan di kas koperasi, ” ujar Jayanti.
Selain itu juga, dalam sebulan, rata-rata, sampah yang dihasilkan PTAR mencapai 1 ton per hari dan dipilah menjadi sampah organik dan sampah non organik, yang mana, 70 persen sampah organik di olah menjadi pupuk dan menghasilkan 50 sampai 80 karung pupuk kompos.
” Sedangkan 30 persen sampah domestik yang tidak bisa didaur ulang lagi semisal residu kayu ataupun tanah atau kain di tempatkan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Aek Sirara, Batangtoru, Kabupaten Tapsel, ” terangnya.
Ia mengaku, Koperasi ICB di bawah binaan PT AR, selaku pengelola Tambang Emas Martabe, sejak 2022 telah melakukan pengembangbiakan magot. Sedangkan kegunaan pupuk kompos, kompos blok, maupun ecoenzym biasanya diperuntukkan untuk Fasilitas Pembibitan (Nursery Facility) yang dikelola PTAR.
” Suksesnya pengolahan sampah ini merupakan hasil kerja sama kami dengan PTAR yang selalu mendukung kami. Meski demikian, kami akan terus mengembangkan karya dalam pengolahan sampah ini, hingga mencapai target yang kami inginkan, ” jelas Jayanti, seraya mengatakan Koperasi ICB merupakan binaan PTAR sudah berjalan di 3 Desa
Sementara itu, Superintendent-Environmental Site Support PTAR, Syaiful Anwar, menjelaskan, total sampah domestik harian perusahaan rata-rata seberat 800 kg hingga 1 ton lebih yang dipilah untuk didaur ulang menjadi sampah non organik, organik atau sampah non logam dan limbah metal (scrib metal), yang dikelola di areal khusus.
Baca Juga : Asyik Bermain Judi Online Tiga Pria Diboyong Ke Kantor Polisi
Menurutnya, ada 3 jenis limbah domestik dari PTAR yaitu, limbah padat, B3 (bahan berbahaya dan beracun), serta scrap metal. Semua pengelolaan limbah PT AR sudah berlangsung dengan baik dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
” Dalam pengelolaan limbah domestik juga, perusahaan bekerjasama dengan Koperasi lain misal, Sarop Do Mulana di Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Koperasi di Arta Jaya, Kota Medan. Bank Sampah Sarop Do Mulana ini juga di bawah binaan PTAR, ” tutupnya. (WAN)
Editor : Indra Sikoembang

