Wartalive.co.id — Arus kendaraan di jalur yang melintasi kawasan objek wisata Aek Sijornih, Kecamatan Sayurmatinggi, akhirnya kembali normal pada Kamis (27/11/2025).
Kembalinya akses ini disambut lega oleh masyarakat, terutama para pengguna jalan yang terpaksa menghentikan perjalanan akibat jalur tertutup lumpur dan genangan air sejak Selasa (25/11/2025). Perbaikan kondisi mulai terlihat setelah intensitas hujan menurun pada Kamis pagi.
Timbunan lumpur yang menutup badan jalan membuat arus lalu lintas lumpuh selama dua hari. Petugas gabungan dari SAR, dibantu alat berat serta warga sekitar, terus melakukan pembersihan untuk memastikan jalur aman dilewati.
Baca Juga : Kepala Kantah Labuhanbatu Terima Kunjungan PWI, Bahas Transparansi dan Pelayanan Publik
Sekitar pukul 13.00 WIB, kendaraan sudah mulai bisa melintas. “Alhamdulillah setelah tiga hari terjebak di Desa Silaiya, akhirnya kami bisa melanjutkan perjalanan menuju Panyabungan, meskipun kondisi jalan masih macet karena banyak lumpur dan cukup licin,” ujar Nita, salah satu pengendara.
Dengan terbukanya kembali akses di jalur Aek Sijornih, masyarakat berharap kegiatan wisata, perdagangan, dan perjalanan antarwilayah dapat kembali berjalan seperti biasa. Meski akses telah dibuka, petugas tetap mengimbau pengendara agar berhati-hati saat melintas.
Hingga Kamis (27/11/2025) sore, proses pembersihan lumpur masih terus dilakukan untuk menghindari risiko kecelakaan akibat jalan yang belum sepenuhnya kering dan stabil.
“Kita berharap cuaca tetap membaik, sehingga proses pembersihan bisa diselesaikan dan pengguna jalan bisa kembali berkendara tanpa kendala,” ujar salah satu petugas di lokasi.(Sry)

