Monday, October 12, 2026

Libur Panjang, Arus Lalu Lintas Menuju Berastagi di Simpang Selayang Macet Total

Baca Juga

Wartalive.co.id — Memasuki momen libur panjang yang dimulai pada Jumat, (1/5), arus lalu lintas di kawasan Medan Tuntungan mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kemacetan terparah terjadi di kawasan Simpang Selayang. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular cukup panjang, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk meninggalkan Kota Medan sejenak.

Kemacetan terpantau sudah mulai memadat sejak pagi hari. Ekor antrean kendaraan mencapai titik putaran di depan Gereja GBI Rumah Persembahan, yang berjarak cukup jauh dari persimpangan utama. Volume kendaraan yang terus meningkat membuat laju transportasi melambat drastis, didominasi oleh mobil pribadi dan bus-bus pariwisata yang hendak menuju dataran tinggi Karo.

- Advertisement -

Kondisi ini dipicu oleh kalender yang menunjukkan “hari kejepit” yang menguntungkan bagi para pelancong. Jatuhnya tanggal merah pada hari Jumat, yang kemudian disusul oleh hari Sabtu dan Minggu, menciptakan rentetan hari libur yang ideal bagi keluarga untuk berwisata. Destinasi utama para pengendara ini tidak lain adalah Berastagi, yang selalu menjadi primadona wisata saat akhir pekan panjang.

Baca Juga : Damkar Madina Tertibkan Baliho Rusak di Panyabungan, Warga Sambut Positif

Matinus, salah seorang warga yang tinggal di sekitar kawasan Simpang Selayang, mengungkapkan bahwa pemandangan macet total seperti ini sudah menjadi siklus rutin setiap kali ada tanggal merah di hari Jumat. Ia menyebutkan bahwa kawasan ini merupakan gerbang utama bagi warga Medan yang ingin mencari udara segar ke arah pegunungan.

“Kalau libur-libur panjang begini pasti ramai ke arah Berastagi, karena Jumat tanggal merah, Sabtu dan Minggu libur. Pasti ramai jalan ke arah atas (Berastagi),” ujar Matinus saat diwawancarai di pinggir jalan Simpang Selayang.

Senada dengan Matinus, Rio, seorang pedagang yang berjualan di sekitar area tersebut, juga merasakan dampak langsung dari keramaian ini. Menurut pengamatannya, faktor cuaca di Kota Medan yang tidak menentu menjadi alasan kuat mengapa banyak masyarakat memilih melarikan diri ke Berastagi demi mendapatkan suasana yang lebih sejuk.

“Libur panjang ini pasti ramai lah ke Berastagi, karena cuaca di Medan sekarang panas hujan aja. Di Berastagi cuaca dingin. Banyak orang kita ke sana liburan karena libur panjang. Jualan kita pun jadi lebih ramai, karena yang naik transportasi umum pasti beli jajan dulu sebelum naik bus,” ungkap Rio sembari melayani pembeli.

Baca Juga : Pemprov Sumut Transformasi Jam Kerja, ASN Kini Bisa WFH Setiap Hari Jumat

Meskipun kemacetan di depan mata menguji kesabaran, para pedagang lokal seperti Rio justru mendapatkan berkah tersendiri. Peningkatan jumlah penumpang angkutan umum yang menunggu bus di persimpangan ini memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha mikro di sepanjang jalur Simpang Selayang hingga ke arah Medan Tuntungan.

Bagi masyarakat yang tetap ingin menuju arah Berastagi, dihimbau untuk tetap bersabar dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima guna menghindari mogok di tengah kemacetan panjang.(Febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya