Wartalive.co.id – Sejak ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) melalui UU No.37/2007 dan UU No.38/2007, perkembangan Kota Sipirok dinilai berjalan lamban meski telah berusia 18 tahun sebagai pusat pemerintahan baru.
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kabupaten Tapsel, Yayasan Tabagsel Institute menginisiasi lokakarya bertema, ‘Strategi Pengembangan Kota Sipirok Sebagai Ibukota Kabupaten Tapsel untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat’, yang akan berlangsung di Sopo Namora, Kelurahan Baringin, Kecamatan Sipirok, Selasa (25/11/2025).
Untuk memperkaya pembahasan, sejumlah tokoh dan pakar akan hadir sebagai pembicara diantaranya Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, SE, Ak, MM, CA, yang dijadwalkan bertindak sebagaikeynote speech.
Baca Juga : Pemuda Muslimin Sumbang Darah, Sambut Harlah ke-97
Sejumlah pakar nasional juga akan hadir, di antaranya, Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec, Guru Besar IPB sekaligus Rektor Perbanas Institute, Dr. Ir. Eddy Irsan Siregar, MM, pakar manajemen strategis Universitas Muhammadiyah Jakarta, Chandra Indra Sakti Rambey, Direktur PT Provalindo dan ahli dari REI Jakarta, Dr. Ir. Dwi Lindarto Hadinugroho, MT, pakar perencanaan wilayah dari Universitas Sumatera Utara, Asep Wardayanto, pelaku pengembangan perumahan dan Ayub S. Pulungan, selaku penggiat pengembangan kopi Sipirok.
Sebagian besar pembicara merupakan perantau atau tokoh yang memiliki akar historis dengan Sipirok, serta memiliki kepedulian dan keahlian profesional terkait pengembangan kota.
Ketua Panitia, Ayub Suleman Pulungan, didampingi Bendahara, Yusanti Anwar, menyebutkan, lokakarya tersebut digelar untuk menghimpun gagasan dari para ahli dan pemangku kepentingan.
Tujuannya adalah merumuskan strategi percepatan pembangunan Sipirok agar semakin optimal sebagai pusat pemerintahan dan simpul ekonomi baru di Tapsel.
” Kami ingin menyatukan pandangan dan masukan dari beragam pakar untuk memajukan pengembangan Kota Sipirok. Hasil lokakarya ini akan kami serahkan sebagai masukan konstruktif bagi Pemkab Tapsel, terutama dalam penyempurnaan RTRW dan penyiapan RDTR Kota Sipirok, ” ujar Ayub, Sabtu (22/11/2025) di Sipirok
Ia menyampaikan, lokakarya ini juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan pusat niaga, kawasan wisata baru, serta percepatan penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat Kota Sipirok sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan rakyat.
Lihat Juga : Bupati Asahan Menerima Penghargaan Mitra Kerja pada Hari Bakti ke-1 Kemenimipas
Adapun tiga sektor prioritas yang akan dibahas meliputi, pengembangan pariwisata, pengembangan pertanian dan pengembangan perkotaan, yang mencakup pemukiman, pusat perdagangan, hingga penguatan infrastruktur pendukung.
Yayasan Tabagsel Institute berharap lokakarya ini melahirkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi rujukan Pemkab Tapsel dalam membangun Sipirok sebagai Ibu Kota Kabupaten yang modern, berdaya saing, serta mampu memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
” Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum kolaborasi seluruh elemen: pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk mewujudkan Sipirok sebagai pusat pertumbuhan baru di Tapsel, ” tegasnya. (Wan)

