Wartalive.co.id — Badan jalan di tebing puluhan meter terjun ke jurang akibat longsor sehingga akses Muara Soma-Banjar Malayu terhenti total dan kendaraan dari kedua arah tidak bisa melewati (06/12/2025)
Akses utama yang menghubungkan Muara Soma dengan Banjar Malayu terputus total setelah longsor besar melanda kawasan tersebut pada Kamis (04/12/2025) malam. Longsor terjadi di titik badan jalan, sehingga sebagian struktur jalan amblas dan jatuh ke jurang sedalam puluhan meter. Kondisi ini membuat arus kendaraan dari kedua arah benar-benar tidak bisa melewati jalur tersebut.
Berdasarkan informasi di lapangan, hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah itu dalam beberapa pekan terakhir menjadi faktor pemicu utama. Tanah yang jenuh air menyebabkan struktur tebing menjadi rapuh dan tidak mampu menahan beban, hingga akhirnya longsor terjadi dan menyeret aspal jalan ke bawah. Material longsoran juga menutup area sekitar tebing, menyulitkan proses peninjauan.
Baca Juga : Pemkab Asahan Dorong Gotong Royong Massal di Kawasan Rawan Genangan
Putusnya jalur ini berdampak besar bagi masyarakat di wilayah sekitar. Ratusan warga di beberapa dusun kini terisolasi karena tidak memiliki akses alternatif. Aktivitas harian seperti pergi bekerja, ke sekolah, mengangkut hasil pertanian, bahkan mendapatkan kebutuhan pokok menjadi terhambat. Beberapa warga dilaporkan terpaksa berjalan kaki melalui rute memutar untuk sekadar mendapatkan logistik.
“Karena jalan ini putus, saya tidak bisa berangkat ke sekolah dan kakak saya juga tidak bisa pergi bekerja. Saya bersekolah di luar desa ini, sedangkan kakak saya bekerja di luar desa. Jalan kaki pun tidak memungkinkan karena longsornya cukup parah,” ujar Dewi
Hingga kini, pihak pemerintah desa bersama relawan dan aparat terkait telah turun melakukan pengecekan awal. Namun, kondisi medan yang curam ditambah potensi longsor susulan membuat proses penanganan tidak bisa dilakukan secara cepat. Tim teknis sedang menilai apakah jalur sementara bisa dibuka atau diperlukan pembangunan akses baru di titik berbeda.
Lihat Juga : Pemkab Asahan Tingkatkan Kapasitas Pengurus Masjid Melalui Pelatihan Manajemen dan Penguatan Iman
Kepala Desa Banjar Malayu, Imanuddin, membenarkan kondisi tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya sudah melaporkan situasi tersebut kepada pihak kecamatan dan Pemkab Mandailing Natal. “Putusnya akses jalan ini telah kita sampaikan ke pihak kecamatan dan Pemkab Madina,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta tetap waspada mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih tinggi. Potensi pergerakan tanah dinilai masih mungkin terjadi apabila kondisi cuaca tidak membaik.(Sry)

