Wartalive.co.id – Kondisi infrastruktur jalan di kawasan Simpang Selayang menuju arah Gereja Bethel Indonesia (GBI) kian memprihatinkan. Sebuah lubang berukuran cukup besar menganga tepat di pinggir sebelah kiri badan jalan, memicu kekhawatiran bagi para pengguna jalan yang melintas setiap harinya. Kerusakan ini dinilai sangat kontras dengan padatnya arus lalu lintas di jalur tersebut, (27/01/2026).
Lubang tersebut terletak di posisi yang cukup berbahaya, yakni tepat di lajur kiri bagi kendaraan yang datang dari arah Simpang Selayang. Karena letaknya yang berada di pinggiran, banyak pengendara yang sering kali tidak menyadari keberadaan lubang tersebut hingga jarak yang sudah sangat dekat. Hal ini sering memicu aksi pengereman mendadak yang berisiko menyebabkan kecelakaan.
Upaya perbaikan sebenarnya telah dilakukan untuk meminimalisir risiko. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa lubang besar tersebut sudah sempat ditimbun menggunakan material seadanya seperti batu dan pasir. Namun, karena beban kendaraan yang melintas cukup berat dan intensitas hujan yang tidak menentu, material timbunan tersebut amblas kembali, menyisakan rongga yang masih cukup dalam.
Baca Juga : Polres Tapteng Sigap Padamkan Titik Api Karhutla di Pandan
Kedalaman lubang yang belum tertutup sempurna ini kerap memberikan efek kejut bagi para pengendara, terutama pengendara sepeda motor dan mobil pribadi yang tidak hafal medan. Tanpa adanya tanda peringatan yang jelas, ban kendaraan sering kali terperosok masuk, yang jika tidak dalam keseimbangan penuh, dapat menyebabkan pengendara terjatuh atau kerusakan pada bagian kaki-kaki kendaraan.
Kondisi ini mendapat perhatian serius dari warga sekitar, salah satunya Reyvaldo, yang sering berada di lokasi untuk membantu mengatur lalu lintas putar balik kendaraan. Reyvaldo kerap terlihat membantu mobil-mobil kecil hingga truk yang hendak memutar arah di area tersebut agar tidak terperosok ke dalam lubang. Pengalamannya di lapangan memberinya sudut pandang langsung betapa sulitnya manuver kendaraan di titik tersebut.
Dalam keterangannya, Reyvaldo mengungkapkan bahwa keberadaan lubang itu sangat membahayakan jika dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan permanen. Menurutnya, meski lubang sudah ditambal manual, kekuatannya tidak akan bertahan lama. “Kondisinya cukup membahayakan kalau dibiarkan begitu saja. Mobil yang mau putar balik saja harus hati-hati supaya tidak terperosok. Untuk sekarang belum ada korban jiwa, dan jangan sampai ada” ujar Reyvaldo saat ditemui di lokasi.
Lihat Juga : Kapolri Tegas Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian
Lebih lanjut, ia juga berharap pihak berwenang segera memperbaiki jalan tersebut, jangan sampai menunggu ada jatuh korban baru bertindak. Ia berharap ada langkah konkret dari dinas terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan perbaikan yang layak demi keselamatan publik dan kenyamanan beribadah di area gereja tersebut.
Sebagai solusi jangka panjang, warga berharap pihak terkait tidak hanya melakukan penimbunan sementara, melainkan menutup dan mengaspal kembali lubang tersebut secara permanen. Pengaspalan ulang dinilai menjadi satu-satunya cara agar struktur jalan kembali rata dan aman dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, baik dalam cuaca panas maupun hujan.(Febrian)

