Tuesday, October 13, 2026

Mahasiswa Libur, Jalan Pembangunan Medan Baru Lengang

Baca Juga

Wartalive.co.id – Suasana di sepanjang Jalan Pembangunan, Kecamatan Medan Baru, yang biasanya dipadati oleh hilir mudik mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), hari ini tampak sangat berbeda. Pantauan di lokasi menunjukkan penurunan aktivitas yang signifikan dibandingkan hari-hari perkuliahan biasanya. Jalanan yang kerap menjadi titik kemacetan ini mendadak lengang, hanya menyisakan beberapa kendaraan warga lokal yang melintas sesekali, Selasa (06/01/2026).

Sepinya kawasan ini merupakan dampak langsung dari masa libur semester yang tengah dijalani oleh ribuan mahasiswa USU. Tanpa adanya aktivitas akademik di kampus, denyut nadi ekonomi dan keramaian di area Jalan Pembangunan seolah terhenti sementara. Kebisingan suara mesin motor dan obrolan mahasiswa di pinggir jalan berganti dengan kesunyian yang kontras.

- Advertisement -

Kondisi ini berimbas besar pada sektor perdagangan di sepanjang jalan tersebut. Terlihat puluhan toko, kafe, hingga warung makan yang biasanya menjadi tempat berkumpul mahasiswa memilih untuk tutup sementara. Para pemilik usaha tampaknya lebih memilih mengistirahatkan operasional mereka daripada menanggung biaya operasional yang tidak sebanding dengan minimnya pembeli yang datang.

Baca Juga : Wali Kota Padangsidimpuan Serahkan SK dan Lantik 67 PPPK Guru

Rata-rata pedagang di kawasan ini memang menggantungkan perputaran ekonomi mereka sepenuhnya pada keberadaan mahasiswa. Ketika kampus meliburkan kegiatannya, omzet para pedagang merosot tajam. Pemandangan pintu-pintu ruko yang terkunci rapat dan gerobak kaki lima yang ditutupi terpal menjadi pemandangan dominan di sepanjang rute menuju pintu masuk belakang kampus hijau tersebut.

Namun, di tengah deretan toko yang tutup, masih ada beberapa pedagang kecil yang memilih untuk tetap bertahan dan membuka lapaknya. Salah satunya adalah Ibu Tanjung, seorang pedagang nasi yang sudah bertahun-tahun berjualan di kawasan tersebut. Meski menyadari jumlah pelanggan menurun drastis, ia tetap setia menata dagangannya di tepi Jalan Pembangunan.

Ibu Tanjung mengaku bahwa berjualan di masa libur semester seperti ini memang membutuhkan kesabaran ekstra. Ia mengungkapkan bahwa pembeli yang datang saat ini hanyalah warga sekitar atau pegawai kantor yang kebetulan melintas. “Sangat sepi memang kalau mahasiswa libur, biasanya jam segini sudah ramai yang beli untuk makan siang, sekarang harus menunggu lama baru ada satu orang, ada saja kok yang beli,” ujarnya.

Lihat Juga : Tapsel Bangkit! Seruan Anak Pengungsi Sambut Kunjungan Menteri PPPA di Marsada Sipirok

Meskipun pendapatan yang diraup jauh dari kata cukup dibandingkan masa aktif perkuliahan, Ibu Tanjung memilih tetap buka agar tetap memiliki pemasukan harian. Baginya, menutup dagangan sama saja dengan memutus rantai rezeki keluarganya, meskipun ia harus berjuang melawan rasa jenuh menunggu pembeli di tengah suasana jalanan yang senyap.

Kondisi sepinya Jalan Pembangunan ini diprediksi akan terus berlangsung hingga masa awal perkuliahan semester baru dimulai kembali. Perkuliahan semester dimulai tanggal 2 Februari 2026. Hingga saat itu tiba, para pedagang yang masih bertahan seperti Ibu Tanjung hanya bisa berharap pembeli sekitar jalan pembangunan yang masih menetap dan masyarakat yang melewati jalan tersebut. Jika Mahasiswa sudah memasuki jadwal masuk kuliah, jalan pembangunan akan kembali menghidupkan urat nadi ekonomi di kawasan tersebut.(Febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya