Wartalive.co.id – Suasana riuh dan padat kembali mewarnai Jalan Pembangunan, Medan, pada Sabtu (7/2) sore. Setelah sempat senyap selama berminggu-minggu akibat libur semester, kawasan yang menjadi jantung tempat tinggal para mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) ini kini tampak kembali hidup dengan mobilitas kendaraan dan pejalan kaki yang cukup tinggi.
Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan dengan masa libur semester beberapa waktu lalu. Saat itu, Jalan Pembangunan tampak seperti kehilangan ruhnya; nyaris tidak ada aktivitas yang terlihat di sepanjang jalan tersebut. Mengingat sebagian besar penghuni kawasan ini didominasi oleh mahasiswa perantau yang memilih pulang kampung, pemukiman ini sempat terasa sepi dan minim kehidupan.
Memasuki bulan suci Ramadan tahun ini, aktivitas akademik di kampus USU tetap berjalan normal. Meski sedang menjalankan ibadah puasa, para mahasiswa tetap terlihat antusias mengikuti jadwal perkuliahan seperti biasa. Keberadaan mereka di penghujung hari inilah yang kemudian mengubah wajah Jalan Pembangunan menjadi pusat keramaian baru di sore hari.
Baca Juga : Stok Aman! Antrean BBM di Padangsidimpuan Kembali Normal
Menjelang waktu berbuka, jalanan ini pun dipenuhi oleh mahasiswa yang keluar dari kos mereka. Tujuan mereka satu: mencari takjil dan santapan berbuka puasa. Deretan pedagang yang memenuhi pinggir jalan menyajikan aneka jajanan, mulai dari minuman segar, gorengan, hingga makanan berat yang seketika menghidupkan kembali denyut ekonomi di kawasan tersebut.
Fenomena kembalinya mahasiswa ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang lokal, salah satunya adalah Bu Lastri. Beliau merupakan salah satu penjual makanan yang sudah bertahun-tahun menggantungkan hidup dari daya beli mahasiswa di sekitar Jalan Pembangunan. Wajah sumringah tampak jelas saat ia melayani pembeli yang datang silih berganti. “Alhamdulillah mahasiswa sudah masuk kembali, kami yang berjualan bisa seperti biasa, menjual makanan dan minuman untuk mahasiswa yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa,” ujar Bu Lastri saat ditemui di sela-sela kesibukannya membungkus pesanan pelanggan. Ia merasa bersyukur karena pendapatannya kembali stabil seiring dengan ramainya pembeli.
Bu Lastri juga menceritakan betapa sulitnya mencari nafkah saat masa libur panjang kemarin. “Karena saat libur semester kemarin tidak berjualan, sangat sepi, banyak yang pulang kampung disebabkan libur yang cukup panjang. Tapi sekarang sudah kembali normal berjualan,” tambahnya dengan nada lega, mengingat kawasan tersebut benar-benar kosong saat ditinggal mahasiswa.
Kini, Jalan Pembangunan telah kembali ke wujud aslinya sebagai kawasan yang ramai dan penuh energi. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sekadar mengisi ruang-ruang kamar kos, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi warga sekitar, terutama di momen Ramadan yang penuh berkah ini. (Febrian)

