Saturday, October 10, 2026

Membandel, CV Parak Tale Dapat Disanksi Pencabutan SIPB

Baca Juga

Mandailing Natal– Diduga membandel dengan terus beroperasi melakukan pertambangan pasir dan batu (sirtu). Diminta Inspektur Tambang wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencabut Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB) CV Parak Tale Izin No 09032200366430004 alamat Desa kampung sawah kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang dikeluarkan tanggal 25 Juli 2023.

Sebab diketahui, CV Parak Tale saat ini masih belum memiliki Izin Teknis Pertambangan (ITP) dan Izin Lingkungan (Amdal) dari kementerian ESDM yang menjadi syarat mutlak, sudah melakukan aktifitas pertambangan disungai batang natal.

- Advertisement -

Selain sanksi cabut SIPB, apabila perusahaan pertambangan galian C melakukan aktifitas tanpa melengkapi berkas ITP dan Amdal, kegiatan operasional galian C tersebut dianggap “ilegal”.demikian ditegaskan Kepala Bidang ESDM Prov Sumut, August SM Sihombing, Senin (24/06/2024) lalu.

Baca Juga : Sekda Langkat Wakili Pj Bupati Hadiri Malam Pisah Sambut Pj Gubernur Sumut

Saat itu, August juga menjelaskan dapat disangkakan pelanggaran Undang-undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara pada Pasal 158 yang berbunyi “Setiap orang yg melakukan usaha penambangan tanpa izin dipidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000.000,(seratus milliar rupiah).

Inspektur Tambang, Iskandar Sihombing ketika dikonfirmasi wartawan, Jum’at (28/06/2024) terkait ini via whatsapp menjawab agar segera dibuatkan surat aduannya lengkap ditandatangi pelapor.

“buatkan aduannya dalam bentuk surat yang ditandatangani pelapor, lengkap dengan foto dan titik kordinat dilapangan.”sebutnya.

Lanjutnya, karena ini terkait kelengkapan dokumen, suratnya ditujukan ke DPMPTSP Provinsi, dengan tembusan ke Dinas ESDM Provinsi dan instansi terkait lainnya. Informasi yang dihimpun wartawan dari warga Desa Kampung sawah. Hingga saat ini CV Parak Tale masih terus beraktifitas melakukan penambangan pasir.

“Memang dalam dua hari ini Kapal keruk pasir CV Parak Tale tersandar di pinggir sungai batang Natal setelah viral dalam pemberitaan. Hanya saja, pasir yang beberapa hari ini telah mereka tambang dan menumpuk, itu yang diangkut menggunakan mobil truk.”ujar warga yang tak ingin identitasnya disebutkan, Jum’at (28/06/2024).(MN)

Editor : Indra Sikoembang

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya