Wartalive.co.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berkomitmen mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional melalui pembangunan kawasan pangan di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Dukungan tersebut diwujudkan dengan memastikan seluruh lahan hasil pelepasan kawasan hutan dilakukan pengukuran secara presisi agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional Wilayah Wanam Papua Selatan, mengatakan hal itu di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (6/10/2025).
Baca Juga : Ingin Bagi Tanah Warisan atau Kavling Perumahan? Pahami Dulu Aturan Pemecahannya
Rakortas tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi lintas kementerian dan lembaga, di antaranya perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertahanan, serta Kementerian BUMN.
Menteri Nusron sendiri didampingi Dirjen Tata Ruang, Suyus Windayana, Dirjen Penetapan Hak dan Pendaftaran Pertanahan (PHPT), Asnaedi, serta Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR), Virgo Eresta Jaya.
“ Berdasarkan surat dari Pak Menteri Kehutanan, kawasan hutan yang dilepas itu sekitar 451.000 hektare. Kita lakukan pengukuran agar hasilnya presisi dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, ” ujar Menteri Nusron.
Ia menjelaskan, dari total luas kawasan tersebut, sekitar 266.000 hektare berada di wilayah Wanam, Papua Selatan. Namun, hasil pengukuran menunjukkan bahwa yang dapat disetujui hanya 263.984 hektare, karena sebagian wilayah merupakan area sungai dan rawa.
Lihat Juga : Gen Z di Garda Depan Digitalisasi Sertifikat Tanah
Langkah presisi dalam pengukuran tanah ini lanjutnya, merupakan bagian penting untuk mendukung program pembangunan berkelanjutan di kawasan strategis nasional, khususnya dalam mendukung kemandirian pangan.
” Dengan langkah presisi dan koordinasi lintas sektor ini, pemerintah berharap pembangunan kawasan pangan di Wanam dapat menjadi tonggak penting menuju kemandirian pangan, energi, dan air nasional di masa mendatang, ” terangnya
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat tata kelola pembangunan kawasan swasembada pangan di Wanam dengan memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
“ Penataan tata ruang, pengaturan Hak Guna Usaha, serta kelengkapan administrasi lainnya sedang dipersiapkan agar pembangunan ini berjalan secara berkelanjutan. Prinsipnya adalah pemberdayaan masyarakat, kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan, ” ujar Zulkifli Hasan.
Baca Juga : Kejari Labuhanbatu Terima Sertifikat Aset Negara dari Kantah
Zulkifli menambahkan, kawasan Wanam diharapkan tidak hanya menjadi sentra produksi beras, tetapi juga penghasil energi berbasis bahan pangan seperti etanol dari tebu dan singkong, serta biodiesel B-50 dari kelapa sawit.
“ Jadi kawasan ini bukan hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penopang kemandirian energi nasional, ” tambahnya.(Wan/LB)

