Monday, October 12, 2026

Milad ke-76, Penasehat MW KAHMI Sumut Syahrul Pasaribu Berbagi Bersama Kaum Dhuafa

Baca Juga

wartalive.co.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang Sidempuan bersama Penasehat Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Utara, H. Syahrul M. Pasaribu SH, berbagi bersama kaum dhuafa dan yatim piatu.

Kegiatan dalam rangka memperingati hari lahir (Milad) ke-76 HMI yang jatuh pada Ahad 5 Februari 2023 ini digelar di aula gedung Insani kantor sekretariat HMI Cabang Padang Sidempuan, Kelurahan Sihitang, Kecamatan Padang Sidempuan Tenggara.

- Advertisement -
Pj. Ketua Umum HMI Cabang Padang Sidempuan Anwar Fahmi Siregar mengucapkan terimakasih atas dukungan alumni dan kader HMI untuk pelaksanaan kegiatan ini
Pj. Ketua Umum HMI Cabang Padang Sidempuan Anwar Fahmi Siregar mengucapkan terimakasih atas dukungan alumni dan kader HMI untuk pelaksanaan kegiatan ini

Hadir Bendahara Umum Badko HMI Sumut Parulian Hanafi Siregar, Ketua MD KAHMI Padang Sidempuan Khoiruddin Nasution, alumni HMI Boy Iskandar Rangkuti, ,pengurus HMI, Kohati dan Forhati Padang Sidempuan dan Tapanuli Selatan.

Pj. Ketua Umum HMI Cabang Padang Sidempuan Anwar Fahmi Siregar mengucapkan terimakasih atas dukungan alumni dan kader HMI untuk pelaksanaan kegiatan ini.

Anwar berharap, Milad ke-76 ini dapat dijadikan sebagai momentum evaluasi diri dan refleksi organisasi sejarah panjang perhimpunan bagi para kader dan alumni HMI.

Tujuannya adalah, agar HMI tetap bisa berkontribusi aktif terhadap kemajuan bangsa, khususnya di Kota Padang Sidempuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

“HMI back to umat, agar peran HMI sebagai kader umat dan kader bangsa bisa terealisasikan dengan baik,” kata Anwar seraya menyebut berbagi dengan kaum dhuafa dan yatim piatu ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

Ketua MD KAHMI Kota Padang Sidempuan Khoiruddin Nasution dalam sambutannya mengatakan, ada dua landasan besar bagi Profesor Lafran Pane mendirikan HMI, yaitu keislaman dan keindonesiaan.

Baca Juga : Bupati Madina Terima Penghargaan Dari KPP Pratama Padang Sidempuan

Mantan anggota DPRD Padang Sidempuan ini bercerita tentang keislaman yang belum terimplementasi secara maksimal di negara yang penduduknya mayoritas Islam.

Anehnya, justru konsep keislaman itu diimplementasikan oleh negara-negara yang penduduknya minoritas Islam. Seperti halnya Jepang, Finlandia, Jerman dan lainnya.

“Profesor Lafran Pane yang lahir di Sipirok Tapsel, sudah memperhatikan pentingnya konsep keislaman itu dan kemudian menjadikannya sebagai salah satu landasan mendirikan HMI,” jelas Khoiruddin

Kemudian konsep keindonesiaan dijadikan landasan pendirian HMI, karena mengingat bangsa ini didirikan dan diperjuangkan kemerdekaannya oleh rakyat yang berasal dari berbagai suku, agama dan golongan.

“Karena itu pulalah kebhinekaan itu tidak boleh kita tinggalkan dan apalagi melupakannya. Kita rakyat Indonesia berbeda-beda, namun tetap satu jua,” tutur Khoiruddin.

Terakhir, ia menyampaikan rasa prihatinannya pada kader HMI yang mengalami degradasi solidaritas keislaman. Dia bermohon, Milad ke-76 ini kiranya dapat dijadikan sebagai momentum kembalinya solidaritas keislaman tersebut.

“Saya tidak melihat adanya gerakan adik-adik HMI, baik di lapangan maupun berita di media, manakala terjadi penistaan terhadap Islam seperti halnya pada kasus pembakaran Al Qur’an. Tolong solidaritas keislaman itu diperkuat kembali, serta spirit kritis konstruktifnya terhadap hal-hal yang faktual dan aktual terus dijaga,” pinta Khoiruddin.

Sementara, Ketum Badko HMI Sumut diwakili Bendahara Umum Parulian Hanafi Siregar mengapresiasi tinggi HMI Cabang Padang Sidempuan yang menyelenggarakan kegiatan dalam rangka Milad ke-76 perhimpunan ini.

Ia dan juga berterimakasih kepada Syahrul Pasaribu selaku Penasehat MW KAHMI Sumatera Utara (Sumut) yang terus memotivasi kader HMI agar tetap menjaga integritas.

Menyikapi yang disampaikan Ketua MD KAHMI Padang Sidempuan Khoiruddin Nasution, ia tidak membantah itu. Namun berjanji akan mengembalikan solidaritas yang merupakan bagian dari roh perhimpunan ini

“Melalui momentum Milad ke-76 ini, mari kita evaluasi diri. Jadikan apa yang disampaikan abanghanda kita tadi sebagai cambuk bagi kita, agar bagaimana HMI peka dan selalu hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Bendum Badko Sumut ini mengingatkan, kader HMI adalah orang-orang yang konsisten dan sejak dari dahulu telah menjadi sebuah jati diri. “Jadilah pribadi cerdas dan mandiri. Jangan lupa sejarah di mana kita dikader. HMI, Yakusa, yakin usaha sampai,” pesannya.

Penasehat MW KAHMI Sumut yang juga Ketua Dewan Penasehat MD KAHMI Tapsel Syahrul Pasaribu dalam sambutannya menceritakan tiga momen bersejarah terkait HMI dan KAHMI selama dua periode ia menjabat Bupati Tapsel (2010-2015 dan 2016-2021).

3 Momen Bersejarah

Pertama tahun 2015, menjelang akhir kepemimpinan Bupati Tapsel periode pertama. Syahrul membawa Akbar Tanjung ke acara simposium para tokoh se-Tabagsel di Padangsidimpuan dalam memperjuangkan Profesor Lafran Pane menjadi Pahlawan Nasional.

“Simposium itu digelar di aula Asrama Haji Tapsel yang berjarak sekitar 400 meter dari gedung tempat kita berada sekarang ini. Di tempat itu, tokoh masyarakat dan teman-teman KAHMI serta HMI berhimpun menyimpulkan strategi agar pendiri HMI ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional,” jelasnya.

Alhamdulillah, sambung Syahrul, strategi dan perjuangan itu membuahkan hasil menggembirakan. Almarhum Profesor Lafran Pane pada tahun 2017 melalui Kepres No.115/TK/2017, telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Sejarah monumental berikutnya adalah menabalkan nama Profesor Lafran Pane menjadi nama perpustakaan Tapsel dan nama seluruh jalan di komplek perkantoran Pemkab Tapsel di Sipirok tanggal 5 Februari 2018 pada saat HUT HMI ke-71.

Selanjutnya 5 Februari 2021saat HUT HMI ke-74, Syahrul Pasaribu sebagai alumni HMI memfasilitasi pelaksanaan Musyawarah Wilayah ke-6 KAHMI Sumut di aula Sarasi kantor Bupati Tapsel. Hasilnya adalah kepengurusan yang sekarang diketuai Rusdi Lubis.

“Hikmahnya dalam berorganisasi di HMI adalah sebagai wadah melatih dan menata diri agar setelah terjun di tengah masyarakat, dengan baik mampu menempatkan diri dan tidak lupa diri.

“Bagi adik-adik HMI apapun jabatan yang kalian emban nanti dan di manapun kalian berada, jangan sekali-kali melupakan sejarah di mana kita dikader/ digembleng agar jangan sampai mendapat stigma, orang yang lupa kacang dengan kulitnya,” pesan Syahrul Pasaribu.

Menurutnya, dari dulu sampai hari ini, kader-kader HMI sangat banyak mewarnai bahkan menentukan perjalanan bangsa Indonesia. Untuk itu, Syahrul meminta kader dan alumni HMI pintar memaknai dan mempertahankan itu.

“Selain ridho Allah, hingga hari ini saya yakin dibalik karir saya dua periode anggota DPRD Medan, tiga periode DPRD Sumut dan dua periode Bupati Tapsel, ada peran penting pengkaderan HMI di belakangnya,” akunya.

Terkait kegiatan HMI Cabang Padang Sidempuan dalam rangka Milad ke-76 ini, Syahrul meyampaikan apresiasi. Meskipun cukup sederhana, tetapi penuh makna.

Kepada para orangtua dan anak yatim piatu penerima santunan, Syahrul memohon do’a agar HMI, KAHMI, KOHATI dan FORHATI tetap istiqomah serta selalu berada dan bermanfaat di tengah umat atau masyarakat.

Salah seorang penerima bantuan, Haji Ahmad Sumaidi yang sudah berusia 102 tahun, mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT dan berterimakasih ke seluruh kader dan alumni HMI.

Bilal masjid yang sudah memiliki 12 cicit ini mengaku sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diadakan HMI Cabang Padang Sidempuan. 

“Alhamdulillah dan terimakasih atas kepedulian HMI kepada kami kaum dhuafa dan anak-anak yatim piatu,” ujarnya sembari mendo’akan seluruh kader dan alumni HMI tetap diberkahi Allah SWT serta senantiasa berguna bagi masyarakat. (AS)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya