Wartalive.co.id – Meminimalisir resiko stunting bagi anak, Polres Padangsidimpuan melalui Polsek Hutaimbaru bekerjasama dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), melakukan penimbangan badan dan pengukuran fisik anak khususnya Bayi Dibawah Lima Tahun (Balita), di Lingkungan III Kelurahan Batunadua Julu Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan, Selasa (10/9/2024).
Kegiatan ‘Posyandu dan Gerakan Bersama Cegah Stunting’ yang diinisiasi anggota Bhabinkamtibmas Polsek Hutaimbaru Beripka Reki Susanto diikuti 20 orang Balita, 10 orang Lanjut Usia (Lansia), 3 orang ibu hamil dan 2 orang peserta pemeriksaan KB.
Usai kegiatan, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Hutaimbaru Beripka Reki Susanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan guna menekan dan mengurangi resiko gizi buruk dan stunting pada anak-anak, dengan melihat dan memantau secara rutin oleh Posyandu pertumbuhan dan perkembangan dari Balita.
Baca Juga : Polres Sidimpuan Petakan Wilayah Rawan Kamtibmas Jelang Pilkada 2024
” Selain pemeriksaan terhadap Balita, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para Lansia, ibu hamil dan pemasangan KB bagi akseptor bagi ibu rumah tangga, ” ujarnya.
Ia menyebutkan, dalam kegiatan tersebut, masyarakat sangat senang dengan kegiatan Posyandu dan Pos Bindu serta Tim KB yang diadakan oleh Tim Kesehatan Puskesmas Batunadua dan Tim KB dari Kecamatan melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala.
” Masyarakat yang hadir juga merasa senang dengan hadirnya Polri di tengah-tengah masyarakat yang mana masyarakat merasa aman dengan dukungan dan kinerja yang baik dari Polri yang telah dilakukan selama ini dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat, ” ucapnya.
Lihat Juga : Pemimpin Cerdas dan Punya Jejaring Luas Harapan Masyarakat Tapsel Kedepan
Seorang warga menyampaikan apresiasi terhadap Posyandu dan Polri yang peduli terhadap perkembangan tubuh anak selaku generasi penerus menuju generasi emas 2045.
” Melalui kegiatan ini ajak-anak bisa terpantau perkembangannya dan diharapkan stunting di Kecamatan
Padangsidimpuan Batunadua, bisa terbebas, ” ungkap warga. (Wan)
Editor : Indra Sikoembang

