Wartalive.co.id – Keresahan menyelimuti warga Kota Medan dalam beberapa waktu terakhir akibat maraknya berbagai modus kejahatan jalanan. Salah satu modus yang kini sedang ramai diperbincangkan dan memakan korban adalah aksi oknum yang berpura-pura menjadi “Mata Elang” (Matel) atau penarik motor (debt collector) resmi dari pihak leasing. Modus ini menyasar pengendara motor secara acak dengan tujuan merampas kendaraan korban dengan dalih penunggakan cicilan.
Aksi dugaan percobaan perampasan kendaraan dengan modus Matel gadungan ini dilaporkan baru saja terjadi pada hari Sabtu yang lalu. Kejadian tersebut berlangsung di kawasan padat lalu lintas, yang semakin menguatkan indikasi bahwa para pelaku kian berani beraksi di siang bolong dan di tempat umum. Situasi ini pun memicu kewaspadaan tinggi di kalangan pengendara roda dua.
Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan oleh warga sekitar dan saksi mata yang berada di lokasi kejadian. Seorang juru parkir di kawasan Tanjung Rejo, yang menjadi saksi kejadian pada hari Sabtu kemarin, bersedia memberikan kesaksian terkait detik-detik menegangkan tersebut. Kesaksiannya memperjelas bagaimana pola oknum ini bekerja.
Baca Juga : Pemkab Asahan Salurkan Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS)Triwulan I Tahun 2026
Menurut jukir tersebut, kejadian bermula saat satu unit sepeda motor yang dikendarai oleh seorang korban dihentikan secara tiba-tiba oleh komplotan pelaku. “Hari Sabtu kemarin kejadian, ada motor diberhentikan, mereka tiga orang, naik 2 motor,” ujar saksi mata juru parkir Tanjung Rejo saat dimintai keterangan, Selasa (17/3). Jumlah pelaku yang lebih dari satu orang diduga kuat untuk mengintimidasi korban agar takut dan menyerah.
Setelah memberhentikan korban di pinggir jalan, oknum yang berjumlah tiga orang tersebut langsung melancarkan interogasi dan tuduhan. Mereka berlagak seperti petugas resmi yang sedang menjalankan tugas. “Ngakunya dari leasing,” lanjut saksi mata, menjelaskan dalih awal yang digunakan para pelaku untuk menguasai kendaraan korban. Mereka mencoba meyakinkan korban bahwa motornya bermasalah dalam pembayaran.
Namun, upaya intimidasi tersebut tidak berjalan mulus. Korban yang merasa kendaraannya tidak bermasalah langsung bereaksi keras dan berteriak meminta pertolongan. Teriakan korban sontak mengundang perhatian warga sekitar dan pengendara lain yang melintas, menyebabkan situasi di lokasi kejadian mendadak ramai dan riuh. Keramaian inilah yang kemudian menyelamatkan korban dari potensi perampasan.
Lihat Juga : Pemkab Asahan dan KPK Bahas Observasi Percontohan Kabupaten/Kota Anti Korupsi
Menghadapi situasi yang sudah ramai dan menyudutkan mereka, para oknum Matel gadungan ini mulai panik. Terlebih lagi saat korban dengan berani menunjukkan bukti kuat atas kepemilikan motornya. “Kemudian korban ngasih bukti motornya itu sudah lunas,” jelas sang juru parkir, menegaskan bahwa tuduhan para pelaku sepenuhnya tidak berdasar.
Terpojok oleh bukti lunas dan kepungan massa, ketiga oknum tersebut akhirnya mengurungkan niat jahat mereka dan berupaya melarikan diri dari lokasi. “Oknum ini mengakunya, pihak leasing yang menyuruh mereka narik motor, padahal itu modus aja, kemudian pergi,” pungkas jukir Tanjung Rejo tersebut. Warga diimbau untuk selalu waspada terhadap modus serupa dan tidak ragu untuk meminta identitas resmi serta surat tugas jika diberhentikan oleh pihak yang mengaku dari leasing.(Febrian)

