Wartalive.co.id – Dalam upaya memperkuat nilai-nilai pendidikan karakter di lingkungan madrasah, MTsN 15 Tanah Datar menggelar kegiatan Lokakarya bertemakan “Meningkatkan mutu pendidikan Madrasah menuju gerasi unggul, berakhlak mulia dengan penerapan kurikulum berbasis cinta dan deeplearning”.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, Dafrizon, bertempat di kantor majelis guru MTsN 15 Tanah Datar dan oleh seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di lingkup Madrasah tersebut.
Dalam sambutannya, Dafrizon menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif MTsN 15 Tanah Datar dalam menghadirkan konsep pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada intelektualitas, namun juga pada pembinaan hati dan akhlak mulia.
Baca Juga : PSSI Raih Penghargaan Emas FIFA Berkat Proyek Training Center di IKN
“Kurikulum Cinta ini menjadi pendekatan yang sangat relevan dalam menjawab tantangan pendidikan saat ini, di mana guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian,” tuturnya.
Dafrizon juga menyampaikan kebijakan Pemerintah terkait pendidikan keagamaan, Asta Program Prioritas (Asta Protas) yang lahir dari Kementerian Agama dijalankan untuk mewujudkan pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi. Selain itu Kementerian Agama juga fokus pada pemberdayaan Pesantren dan digitalisasi tata kelola.
“Adanya kurikulum cinta, Kementerian Agama ingin pendidikan terintegrasi dengan kecintaan terhadap Allah, terhadap sesama, kepada lingkungan dan bangsa ini,” ucap Dafrizon.
Ia menjelaskan digitalisasi juga memegang peranan vital dalam dunia pendidikan. Digitalisasi membuat metode pembelajaran dapat dilakukan secara lebih relevan, murah, mudah, efisien dan penuh kreatifitas. Lokakarya ini juga akan membahas materi media pembelajaran berbasis artificial intelligence (AI).
Kepala MTsN 15 Tanah Datar, Muspiarman, S.Pd.I dalam laporannya mengatakan bahwa lokakarya ini merupakan bagian dari program pengembangan profesionalisme guru sekaligus penyegaran dalam metode pembelajaran.
“Kami ingin guru-guru kami mampu menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan penuh kasih, sesuai dengan semangat rahmatan lil ‘alamin,” ungkap Muspiarman.
Lihat Juga : DPP PENA Geruduk Kantor Bupati Asahan, Tuntut Kabid PMD Dicopot dari Jabatan
Kegiatan ini berlangsung berlangsung selama 4 hari yaitu pada 16, 17, 23 dan 24 Juni 2025.
“Guru dan Tenaga Kependidikan yang mengikuti Lokakarya ini sebanyak 25 orang. Tanggal 16 dan 17 Juni dilakukan secara tatap muka sedangkan pada 23 dan 24 Juni dilakukan secara daring,” tutur Muspiarman.
Kepala Madrasah menjelaskan Tujuan Lokakarya ini adalah mengakomodir seluruh persoalan Madrasah, dimusyawarahkan untuk dicarikan solusi dan inovasi untuk kemajuan Madrasah kedepannya. Evaluasi dari setiap permasalahan akan melahirkan rekomendasi-rekomendasi, baik mengenai kurikulum, SDM, hingga sarana-prasarana. (Dion)

