Tuesday, October 13, 2026

Nusron Wahid Ajak Santri Wujudkan Kemakmuran Bangsa

Baca Juga

Wartalive.co.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak seluruh santri di Indonesia untuk meneguhkan tekad menjadi generasi yang menyejahterakan rakyat dan memajukan bangsa.

Hal itu disampaikan Nusron Wahid, saat menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/10/2025).

- Advertisement -

Acara tersebut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina, Abah Abu Bakar Rahziz, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik ATR/BPN, Rahmat Sahid, serta Kepala Kantor Pertanahan Kota Bekasi, Heri Purwanto beserta jajaran.

Baca Juga : APBD Tak Sehat, TPP ASN Tapsel Siap Dipotong 50 Persen

“ Santri harus mempunyai tekad mampu menyejahterakan rakyat Indonesia. Santri tidak hanya bertekad mencerdaskan bangsa, tetapi juga memakmurkan bangsa Indonesia, ” tegas Menteri Nusron dalam amanatnya.

Menurutnya, pengakuan terhadap peran besar santri dan kiai dalam perjuangan bangsa harus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi nyata bagi Indonesia.

Nusron menilai, tantangan santri masa kini bukan lagi mengusir penjajah, melainkan mengisi kemerdekaan dengan karya, inovasi dan kepemimpinan yang membawa kemakmuran bagi umat.

” Ketika keberadaan dan kontribusi santri telah diakui di masa lalu, maka kini tantangannya adalah bagaimana peran kita dalam mengisi 80 tahun Indonesia merdeka. Santri tidak boleh disingkirkan dalam panggung Indonesia. Santri harus bertransformasi dan berkontribusi nyata bagi bangsa, ” ujarnya.

Nusron juga mengingatkan, Hari Santri memiliki makna historis yang erat dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ia menegaskan, peristiwa 22 Oktober 1945 merupakan awal jihad para santri dan kiai yang berpuncak pada perlawanan besar 10 November 1945 di Surabaya.

“ Antara Hari Santri dan Hari Pahlawan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena tidak akan ada perlawanan di Surabaya tanpa jihad para santri dan kiai, ” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri Nusron mengutip pandangan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani yang menyebutkan, ada tiga pilar kepemimpinan umat manusia, yakni ilmal ulama, hikmat al-hukama, dan wasiyasatal muluk.

Menurutnya, santri masa kini harus mampu menjadi kader ulama sekaligus teknokrat yang ahli di berbagai bidang.

“ Santri harus mempersiapkan diri menjadi kader ulama dan kader teknokrat di bidang kedokteran, teknologi, keuangan, dan energi. Santri juga harus siap menjadi negarawan yang berjiwa besar, memimpin dengan semangat persatuan tanpa dendam, ” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sanad keilmuan dalam proses belajar agama agar santri tidak terjebak pada pemahaman yang dangkal dan menyesatkan.

“ Belajar agama harus talaki dan bersanad, tidak cukup hanya dari media sosial. Sanad itu bagian dari agama. Tanpa sanad, orang bisa tersesat dan mengaku berpendapat atas nama agama, ” pesannya.

Lihat Juga : NasDem Tanah Datar Mantapkan Konsolidasi Bersama Shadiq Pasadigoe

Di akhir amanatnya, Menteri Nusron berharap eksistensi dan kontribusi santri di Indonesia semakin nyata dalam membangun kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

“ Semoga eksistensi santri di Indonesia makin nyata, dan kontribusinya makin konkret untuk membangun kemajuan, kemakmuran, dan kesejahteraan rakyat Indonesia, ” pungkasnya.(Wan/LB)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya