Wartalive.co.id – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, kembali menunjukkan komitmennya melalui program Operasi Katarak Gratis yang akan menargetkan 1.400 mata.
Program bertajuk “Buka Mata Lihat Indahnya Dunia” ini akan dilaksanakan di lima rumah sakit yang tersebar di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Siantar, dan Medan.
Program ini akan berlangsung selama 17 sesi operasi, dimulai pada 26 September hingga 30 November. Lokasi pelaksanaannya mencakup RS Bhayangkara Batang Toru, RSUD Pandan, RSUD Sipirok, RS Mata Siantar, dan ditutup di RS Mata Mencirim 77 Medan.
Menurut Rahmat Lubis, General Manager Operations & Deputy Director Operations PT Agincourt Resources, program ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pra-sejahtera, terutama mereka yang kesulitan mendapatkan akses operasi katarak.
“Melalui operasi ini, kami ingin membantu masyarakat agar dapat kembali melihat, menjadi lebih produktif dan mandiri, serta memberikan dampak positif bagi keluarga dan komunitas,” jelasnya.
Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3, program yang sudah berjalan sejak 2011 ini telah berhasil membedah 12.173 mata katarak pada 10.684 orang. Pasien termuda yang ditangani berusia 8 bulan, sedangkan yang tertua mencapai 108 tahun, berasal dari berbagai daerah di Sumatra Utara.
Christine Pepah, Senior Manager Community PT Agincourt Resources, menambahkan bahwa tahun ini mereka kembali bekerja sama dengan RS Mata Mencirim 77 Medan.

Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Christine Pepah, tengah memberikan sambutan saat Pekan Informasi Kesehatan Mata yang digelar di Sopo Daganak, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Jumat (22/8/2025)
Selain operasi, PTAR juga menggelar Pekan Informasi Kesehatan Mata di Batang Toru pada 22 Agustus 2025.
“Kami berupaya memastikan kesehatan mata masyarakat secara menyeluruh, dari sosialisasi hingga penanganan medis, agar manfaatnya berkelanjutan,” ujar Christine.
Dr. Syarifuddin A., Sp.M, Direktur RS Mata Mencirim 77 Medan, menjelaskan bahwa operasi katarak ini akan menggunakan teknik Manual Small Incision Cataract Surgery, sebuah prosedur singkat yang memakan waktu sekitar 10-15 menit dengan masa pemulihan sekitar satu bulan.
Ia juga menjelaskan gejala umum katarak, seperti pandangan yang kabur dan seringnya perubahan ukuran kacamata.
Lihat Juga : Kapolsek Batunadua : Pelayanan Desa Harus Bebas Pungli
Keberhasilan program ini dirasakan langsung oleh Umar Siregar, warga Padangsidimpuan yang telah menderita katarak selama 15 tahun. Setelah menjalani operasi gratis pada tahun 2024, Umar kini dapat kembali beraktivitas secara mandiri, bahkan mengendarai sepeda motor.
“Rasanya luar biasa, saya merasa mendapatkan kehidupan baru,” ungkapnya penuh syukur.
Kisah Umar membuktikan bahwa program operasi katarak gratis PTAR tidak hanya memulihkan penglihatan, tetapi juga mengembalikan harapan dan kemandirian hidup bagi masyarakat. (Tamrin)

