Tuesday, October 13, 2026

Orangutan Tapanuli Jadi Sorotan dalam Workshop Konservasi Batangtoru

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu membuka Workshop Identifikasi Potensi Areal Preservasi Partisipatif pada Lanskap Batangtoru di Hotel Tor Sibohi, Kecamatan Sipirok, Kamis (2/10/2025).

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut), serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, perusahaan, akademisi, NGO, hingga masyarakat.

- Advertisement -

Dalam sambutannya, Bupati Gus Irawan menegaskan komitmen Pemkab Tapsel yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Baca Juga : Ketua TP-PKK Asahan Komitmen Wujudkan Prestasi di Tingkat Provsu

Menurutnya, menjaga alam bukan hanya bagian dari program pembangunan, melainkan juga kewajiban moral dan spiritual.

” Kami ingin Tapsel menjadi contoh nyata upaya preservasi partisipatif. Ada kearifan lokal dari Hatabosi gabungan empat desa yang menjadikan air sebagai sumber kehidupan. Itu menjadi inspirasi bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab kita bersama, ” ujarnya.

Bupati juga menyoroti keberadaan orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), makhluk terlangka di dunia yang hanya terdapat di kawasan hutan Batangtoru.

Bupati mengingatkan perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut untuk berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan.

” Preservasi membutuhkan sinergi semua pihak. Saya, sebagai Bupati, punya komitmen penuh untuk itu, maka, bantu kami agar upaya ini benar-benar berhasil, ” tegasnya.

Bupati berharap, workshop ini menghasilkan strategi pengelolaan Lanskap Batangtoru yang berkelanjutan, tidak hanya menjaga habitat satwa langka dan sumber kehidupan masyarakat, tetapi juga memperkuat posisi Tapsel sebagai model nasional dalam konservasi partisipatif.

Lihat Juga : Sebanyak 83 PPPK Asahan Ikuti Pelantikan Serentak Daring Kemensos RI

Sementara itu, Kepala BBKSDA Sumut, Novita Kusuma Wardani, menyebutkan, Tapsel memiliki posisi strategis dalam konservasi nasional. Menurutnya, inisiatif daerah ini, termasuk perlindungan orangutan Tapanuli, dapat menjadi masukan penting bagi kebijakan pusat.

” Tapsel sudah menjadi pelopor karena berhasil menginisiasi koridor satwa dan praktik kearifan lokal. Kolaborasi adalah kunci, agar konservasi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, ” ungkapnya. (Wan)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya