Wartalive.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan menggelar Orientasi Program Pemagangan Nasional Batch II melalui kanal YouTube resmi Kemnaker, Senin (24/11/2025). Kegiatan ini menjadi pembekalan wajib sebelum ribuan peserta memulai masa pemagangan di berbagai perusahaan mitra di seluruh Indonesia.
Siaran langsung tersebut menghadirkan beberapa narasumber dari unit teknis Kemnaker, termasuk penyampaian arahan mengenai regulasi pemagangan, pengenalan platform Magang Hub, serta penjelasan mengenai hak dan kewajiban peserta selama menjalani program.
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barembang) Kemnaker, Anwar Sanusi, menegaskan bahwa pemagangan merupakan langkah strategis pemerintah untuk mempercepat peningkatan kompetensi generasi muda.
Baca Juga : Jalan Nasional Penghubung Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan Putus Total
“Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga secara mental. Dunia kerja menuntut kedisiplinan, ketepatan waktu, serta kemampuan menyesuaikan diri dengan cepat,” ujar Anwar dalam siaran tersebut.
Ia juga menekankan bahwa orientasi menjadi kunci untuk menyamakan persepsi antara peserta, pembimbing industri, dan pemerintah. Menurutnya, banyak kasus ketidaksesuaian pemagangan terjadi karena peserta belum memahami alur, standar, atau tanggung jawab selama program berlangsung.
“Orientasi seperti ini sangat penting agar sejak awal peserta memahami apa saja yang harus mereka laporkan, bagaimana etika bekerja di perusahaan, serta apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pemagangan,” tambahnya.
Selain pemaparan kebijakan, para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), prosedur pelaporan kegiatan harian, serta tips menghadapi dinamika di lingkungan industri. Narasumber dari Direktorat Standar Kompetensi turut menjelaskan mengenai kerangka kompetensi yang menjadi dasar penilaian peserta.
Lihat Juga : Kantah Labuhanbatu Dukung Penguatan Pendataan Perkebunan
Di akhir sesi, panitia membuka tanya jawab yang diikuti cukup aktif oleh peserta. Banyak peserta menanyakan hal teknis seperti absensi, penilaian mentor, serta proses penerbitan sertifikat setelah program berakhir.
Siaran orientasi ini disambut antusias oleh para peserta yang tersebar dari berbagai provinsi. Program pemagangan dijadwalkan berlangsung selama enam bulan dan diharapkan mampu meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang kerja bagi peserta di masa depan.(Sri)

