Wartalive.co.id – Terminal bus di Kota Padangsidimpuan saat ini menjadi sorotan tajam karena pengelolaannya, dinilai tidak efektif. Meskipun terminal-terminal tersebut memiliki lahan yang luas, sebagian besar areanya terlihat tidak dimanfaatkan dengan baik.
Kondisi ini menimbulkan kritik dari masyarakat yang berharap terminal dapat memberikan pelayanan maksimal dan mendukung aktivitas transportasi yang efisien guna tercapainya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ada tiga terminal bus di Kota Padangsidimpuan yang lokasinya cukup luas masing-masing terminal bus Hutaimbaru di Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, terminal bus Batunadua di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua dan terminal bus Pijorkoling di Kecamatsn Padangsidimpuan Tenggara yang potensinya belum tergarap secara maksimal.
Dari tiga terminal tersebut banyak area di terminal yang justru terlihat kosong dan tidak difungsikan. Lahan terminal yang luas seharusnya bisa dimanfaatkan untuk fasilitas pendukung seperti area parkir, ruang tunggu yang nyaman, atau kios bagi UMKM.
Sebagian lokasi bahkan bisa dialihkan untuk menjadi terminal truk bongkar muat agar truk-truk besar tidak memasuki kota dan menyebabkan kemacetan dan kerusakan insfrastruktur jalan kota.
Selain itu, kurangnya perawatan juga menjadi masalah utama. Fasilitas yang ada di terminal terlihat tidak memadai, seperti tempat duduk yang rusak, toilet yang tidak bersih dan penerangan yang minim di beberapa sudut. Kondisi ini membuat terminal terkesan kumuh dan kurang menarik bagi pengguna jasa transportasi umum.
Sayangnya, hingga saat ini, Pemko Padangsidimpuan kurang memberikan perhatian terkait permasalahan ini. Masyarakat berharap adanya perhatian lebih terhadap pengelolaan infrastruktur publik seperti terminal agar dapat mendukung mobilitas dan kenyamanan pengguna transportasi umum.
Seiring dengan kritik terhadap pengelolaan terminal, muncul juga usulan untuk memanfaatkan sebagian lahan terminal sebagai terminal khusus untuk truk. Usulan ini dinilai sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas truk di dalam kota.
Keberadaan terminal truk di pinggiran kota dianggap strategis untuk menurunkan beban lalu lintas di jalan-jalan utama kota. Truk dapat diparkir atau bongkar muat barang di terminal tersebut, sehingga distribusi barang ke dalam kota dapat dilakukan dengan kendaraan lebih kecil yang lebih mudah bermanuver.
Erwin Sinaga, pengamat kebijakan publik Kota Padangsidimpuan, menyatakan bahwa terminal memiliki potensi besar untuk menjadi pusat aktivitas transportasi jika dikelola dengan baik.
” Terminal bukan hanya tempat naik-turun penumpang, tapi juga bisa menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial jika fasilitasnya ditingkatkan, ” ungkap Erwin Sinaga, Sabtu (25/1/2025)
Dia berharap, Pemko Padangsidimpuan melalui Dinas terkait, segera mengambil langkah konkret untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan kualitas fasilitas yang ada.
” Dengan pengelolaan yang lebih baik, terminal tidak hanya akan lebih efisien, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan ekonomi daerah, ” katanya.
Ia juga menilai, pemanfaatan terminal sebagai terminal truk akan memberikan dampak positif bagi pengelolaan transportasi angkutan barang di Kota Padangsidimpuan. Ini tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga mengurangi risiko kerusakan jalan dalam kota akibat kendaraan berat yang melintasi jalan kota.
” Dengan luas lahan yang ada, terminal bisa difungsikan tidak hanya untuk angkutan umum, tetapi juga sebagai terminal truk. Ini akan membantu mengatur lalu lintas dan mencegah truk besar masuk ke pusat kota, ” bebernya.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar operasional terminal truk berjalan lancar.
” Fasilitas seperti tempat parkir yang memadai, ruang bongkar muat dan akses jalan yang baik harus dipastikan agar terminal truk dapat berfungsi secara optimal, ” tambahnya.
Pemko Padangsidimpuan diharapkan segera meninjau usulan ini dan melakukan kajian mendalam. Jika diterapkan dengan baik, terminal truk di area terminal utama dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan lalu lintas yang lebih tertata dan efisien di Kota Padangsidimpuan.
” Saat ini, wacana ini mulai mendapat dukungan dari berbagai pihak yang peduli terhadap pengelolaan transportasi kota, meskipun pemerintah belum memberikan tanggapan resmi, ” ungkapnya. (Wan)

