Wartalive.co.id – Musim panen padi di Desa Salambue, Kabupaten Mandailing Natal, berlangsung semarak dan penuh kebersamaan. Hamparan sawah yang menguning menjadi pemandangan indah sekaligus pertanda tibanya masa yang paling ditunggu para petani.
Sejak pagi hari, warga sudah berkumpul di persawahan dengan membawa sabit, karung, dan perlengkapan panen lainnya. Tanpa dikomando secara resmi, mereka langsung membagi tugas. Ada yang memotong batang padi, ada yang mengikat, dan ada pula yang mengangkut hasil panen ke tepi sawah.
Tradisi gotong royong masih sangat kuat di desa ini. Warga menerapkan sistem bergantian dalam proses panen. Artinya, jika satu lahan sawah lebih dahulu siap dipanen, seluruh warga membantu di lokasi tersebut. Setelah selesai, mereka akan berpindah ke sawah milik warga lain yang juga siap panen.
Baca Juga : Aksi Humanis Brimob, Gotong Royong Bangun Rumah Korban Bencana di Tapsel
Salah seorang petani mengatakan bahwa sistem ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun di Salambue.
“Di sini kami tidak pernah panen sendiri. Kalau sawah si A duluan yang masak, kami semua turun bantu. Nanti kalau sawah kami yang panen, mereka juga datang membantu. Jadi tidak ada yang merasa berat,” ujar Siti.
Menurutnya, untuk lahan dengan luas sekitar setengah hektare, proses panen biasanya membutuhkan waktu satu hari jika dikerjakan bersama sekitar 10 hingga 15 orang. Sementara untuk lahan satu hektare, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai dua hingga tiga hari, tergantung kondisi cuaca dan banyaknya tenaga yang terlibat.
Selain mempercepat proses panen, kebersamaan ini juga menjadi ajang mempererat hubungan sosial antarwarga. Di sela-sela pekerjaan, terdengar canda tawa dan obrolan ringan. Saat waktu istirahat tiba, mereka makan bersama di pematang sawah dengan bekal yang dibawa dari rumah.
Lanjut Baca : Brimob dan TNI Gotong Royong Bersihkan Rumah Warga Tapsel Pascabencana
“Kalau ramai-ramai begini, capeknya tidak terasa. Yang penting kami kompak. Hasilnya juga lebih cepat masuk ke rumah,” kata warga lainnya Imah.
Musim panen kali ini disambut dengan rasa syukur. Para petani mengaku hasil padi tahun ini cukup baik karena curah hujan yang relatif stabil dan minimnya serangan hama. Hasil panen tersebut sebagian akan disimpan untuk kebutuhan keluarga, sementara sisanya dijual guna memenuhi kebutuhan lainnya.
Tradisi panen bergotong royong di Desa Salambue menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan masih terjaga kuat di tengah perkembangan zaman. Bagi masyarakat setempat, panen bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga momentum mempererat solidaritas dan memperkuat rasa kekeluargaan(Sry).
Pemkab Asahan Dorong Gotong Royong Massal di Kawasan Rawan Genangan

