Wartalive.co.id – Sektor pertanian di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menunjukkan progres signifikan. Melalui kolaborasi strategis antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapsel, sebuah terobosan baru sukses diuji coba melalui prosesi Panen Raya Padi Sawah varietas Gamagora 7
Acara yang dipusatkan di lahan Gapoktan Tatengger Bersatu, Desa Tatengger, Kecamatan Angkola Muara Tais pada Selasa (28/01/2026) ini, menjadi bukti nyata komitmen lintas instansi dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah
Data mengejutkan muncul dari hasil pengubinan di lokasi percontohan (demplot). Varietas Gamagora 7 yang ditanam sejak Oktober 2025 lalu ini berhasil mencatatkan angka produktivitas mencapai 9,7 ton per hektare
Baca Juga : Tim Sapa Yatim Padangsidimpuan Diberangkatkan ke Samosir
Selain hasil panen yang tinggi, keunggulan utama varietas ini terletak pada daya tahannya. Muhamad Taufiq Batubara, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapsel, menjelaskan bahwa Gamagora 7 dirancang khusus untuk menghadapi tantangan perubahan iklim
​”Varietas ini memiliki toleransi tinggi terhadap keterbatasan air. Ini adalah solusi cerdas bagi petani di wilayah yang rentan terhadap kekeringan,” ujarnya mewakili Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu
Tak hanya sekadar memperkenalkan benih baru, BI Sibolga juga memberikan dukungan penuh untuk modernisasi pertanian di tingkat petani melalui pemberian bantuan sarana produksi (Saprodi), yang meliputi :
Bibit Unggul: Varietas Gamagora 7 dan varietas lokal untuk lahan seluas 2 hektare.
​Mekanisasi: 1 unit Hand Traktor merek Yanmar untuk efisiensi pengolahan lahan.
​Digital Farming: 2 unit alat sensor tanah merek Jinawi guna memantau kondisi lahan secara presisi
Dukungan teknologi digital farming ini diharapkan mampu mengubah pola tanam tradisional menjadi lebih terukur dan efisien, sehingga kesejahteraan petani di Tapanuli Selatan dapat terus meningkat di masa depan (Asrif)

